Gresik (beritajatim.com) – Kasus pengeroyokan yang melibatkan pelajar SMPN 8 Gresik terjadi lagi. Dalam aksi ini, seorang pelajar berinisial MI (15) babak belur setelah dihajar kakak sekolahnya. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka sobek di bagian mata dan memar pada hidung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku pengeroyokan masih duduk dibangku kelas IX. Saat itu, korban didatangi 6 sampai 8 orang terjadi saat jam istirahat. Sebelum kejadian, MI diajak keluar oleh terduga pelaku berinisial A. Sewaktu diajak keluar, korban dibawa ke samping ruang kelas lalu para pelaku melingkari korban. Sempat terjadi adu mulut. Salah satu pelaku menendang dan memukuli secara beramai-ramai.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pengeroyokan”]
Usai dikeroyok, korban mengalami luka sobek di bagian mata sebelah kiri dan luka memar pada hidung. Bahkan, ada bekas bercak darah yang masih menempel di seragam sekolahnya.
Atas kejadian tersebut, orang tua MI tak terima lalu melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Gresik. Namun, pelaku dan korban juga dihadirkan Balai Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Kecamatan Gresik. Tapi hasil pertemuan itu, tidak membuahkan hasil. Pasalnya, pihak keluarga korban tetap bersikukuh membawa kasus ini ke ranah hukum.
Sementara itu, secara terpisah Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Happy membenarkan adanya laporan penganiayaan yang melibatkan pelajar SMP. “Laporannya sudah kami terima,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik S. Hariyanto mengaku telah mengetahui pengeroyokan yang menyebabkan satu pelajar mengalami luka sobek. “Kami sudah melakukan mediasi termasuk juga mengirimkan tim ke SMPN 8 Gresik,” tandasnya. [dny/kun]






