Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya menemukan satu pasien dengan kondisi CT Value sangat rendah, bahkan ada yang mendapatkan rasio PCR 1,8, yang jika dikonversi ke CT Value kurang lebih dibawah 20. Pasien dengan rasio PCR 1,8 itu merupakan pasien dari Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Penanggung Jawab RSLI, Laksamana Pertama dr Ahmad Samsulhadi mengatakan bahwa keadaan pasien tersebut masih dalam pantauan.
“Sejauh ini mayoritas yang dirawat di RSLI adalah PMI dan beberapa diantaranya meski sudah mendapat perawatan selama 12-13 hari CT valuenya sangat minim, banyak yang dibawah 15,” ujar dr Ahmad.
Dr Fauqa Arinil Aulia SpPK, selaku Dokter Spesialis Patologi Klinis, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSLI menambahkan bahwa catatan pasien dengan CT Value rendah itu juga tidak bisa digeneralisasi, karena hasil CT Value tersebut dikeluarkan oleh pihak laboratorium. Dengan demikian yang bisa dilakukan adalah langkah antisipasi dan pemantuan serius.
“Karena kita merujuk pada surat edaran Kemenkes yang memberikan syarat-syarat untuk melakukan whole genom sequance, untuk menentukan ada tidaknya varian baru adalah salah satunya melakukan perjalan dan CT Value dibawah 25. Jadi saat ini kami sedang mengirimkan sampel untuk dicek WGSnya dan hasilnya belum keluar,” ujar dr Fauqa, Kamis (9/9/2021).

Dr Fauqa mengatakan bahwa saat ini varian baru MU sudah ditemukan di 39 negara, dengan demikian varian baru dicurigai sebagai penyebab CT Value beberapa pasien yang tidak kunjung membaik. Meskipun begitu, dr Fauqa berpesan agar masyarakat tidak perlu resah, karena hasil dari WGS belum keluar dan pasien PMI sudah dikarantina.
“Terlebih varian MU adalah varian of interest, yang artinya yang berubah adalah susunan gen bukan susunan genom, sehingga dapak secara klinis akan sama dengan yang sebelum-sebelumnya,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”rsli-surabaya”]
Pasien PMI di RSLI pun dipantau secara ketat dan hasil pantuan klinis menunjukkan tidak ada kegawatan apapun dan gejala klinis yang ditunjukkan pun masih sama dengan varian delta, yakni demam, batuk, pilek.
“Rata rata semua gejala ringan, grafikpun tidak menunjukkan adanya kegawatan meski CT Value masih rendah atau asimptomatik,” katanya.
Iapun juga berpesan untuk terus menjaga kesehatan dan protokol kesehatan seperti 5M. (ted)






