Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki momongan menjadi salah satu tujuan pernikahan. Namun tidak semua pasangan menginginkan anak dalam kehidupan rumah tangga mereka. Keadaan ini sering disebut dengan childfree.
Keputusan melakukan childfree memang masih awam dan banyak pro kontra di Indonesia. Pasangan yang memilih childfree dinilai egois dan menentang hukum agama, khususnya Islam. Namun ada beberapa alasan mengapa mereka memilih untuk childfree, simak ulasannya seperti yang dilansir dari Today, Selasa (17/8/2021) berikut ini:
[berita-terkait number=”5″ tag=”pernikahan”]
Membatasi Impian
Memiliki anak, berarti memiliki tanggung jawab baru. Bagi pasangan penganut childfree, ini membatasi ruang gerak mereka untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka berpikir bahwa mengasuh anak akan berdampak pada kehidupan mereka dan harus mengorbankan impian mereka. “Banyak pasangan yang memiliki anak namun terlihat tidak bahagia. Mayoritas dari mereka terlihat stres. Ada sesuatu yang membuat saya enggan untuk memiliki anak,” ungkap seorang koresponden penelitian yang dilakukan oleh Blackstone, seorang profesor sosiologi dari Universitas Maine Amerika Serikat.
Sebuah Keputusan, Bukan Kebetulan
Menurut orang awam pasangan yang memilih untuk childfree berarti merencanakan program kehamilan, namun tidak pernah mereka lakukan. Blackstone menentang pandangan tersebut menurut penelitiannya, mayoritas koresponden memutuskan untuk childfree dengan sadar dan tanpa ada unsur kebetulan. “Orang-orang yang memutuskan untuk tidak memiliki anak bisa dibilang lebih bijaksana daripada mereka yang memutuskan untuk memiliki anak. Hal itu memang disengaja,” ungkap koresponden pria.
Belum Siap Miliki Anak
Faktor kestabilan emosi juga menjadi penentu mengapa pasangan suami istri memilih untuk tidak memiliki anak. Tidak hanya pasangan muda saja, melainkan pasangan yang sudah menikah diusia matang pun juga bisa berperilaku demikian. Mereka berpikir, daripada anak menjadi korban dari ketidaksiapan orang tua, lebih baik mereka mengambil keputusan untuk childfree.
Memiliki Pendidikan yang Tinggi
Melansir Currypsychology, Dr. Shannon Curry, seorang psikologi klinis dan direktur Curry Psychology Group di Orange County, California mengatakan faktor utama wanita memilih untuk childfree karena mereka memiliki pendidikan yang tinggi, tinggal di daerah perkotaan, serta berkomitmen pada karir mereka. Pendapat ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center, mengenai wanita yang memilih untuk childfree sebanyak 7 % wanita tidak tamat Sekolah Mengah, 13% lulus Sekolah Menengah dan kuliah, sedangkan 20% memiliki gelar sarjana. [rsf/bjo]






