RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 135.367 jemaah haji Indonesia menyalurkan pembayaran dam melalui lembaga resmi Adahi.
- Daging hasil penyembelihan hewan dam musim haji 2026 diprioritaskan untuk masyarakat Palestina.
- Sebanyak 25 negara di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan tercatat sebagai penerima bantuan pangan ini.
- Sistem Adahi menjamin seluruh proses penyembelihan dan distribusi berjalan transparan sesuai syariat.
Makkah (beritajatim.com) – Lembaga resmi Pemerintah Arab Saudi yang mengelola hewan kurban dan dam, Adahi, menetapkan Palestina sebagai negara prioritas utama penerima distribusi daging dam jemaah haji pada musim operasional haji 1447 H / 2026 M.
Selain Palestina, komoditas pangan hasil pemenuhan kewajiban syariat tersebut siap diekspor dan disalurkan ke puluhan negara berkembang lainnya yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan serta kemiskinan ekstrem.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi berkesempatan mengunjungi langsung Adahi. Menemukan bahwa partisipasi jemaah Indonesia dalam ekosistem digital Adahi melonjak tajam.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengonfirmasi sebanyak 135.367 jemaah haji reguler asal Indonesia telah menunaikan pembayaran dam mereka melalui jalur resmi yang akuntabel ini.
Langkah ini tidak hanya menjamin tata cara penyembelihan yang sah secara fikih Islam dan higienis, melainkan juga menggerakkan roda solidaritas global dari Tanah Suci ke berbagai belahan dunia.
“Daging dam dari jemaah Indonesia pada musim haji tahun ini diprioritaskan untuk membantu masyarakat Palestina. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah Indonesia dan komitmen kemanusiaan terhadap warga Palestina,” ujar Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, M. Afief Mundzir.
Sebaran Global 25 Negara Penerima Manfaat Adahi
Berdasarkan data mutakhir yang dirilis pada situs resmi Adahi, jangkauan distribusi logistik pangan hasil musim haji tahun ini menyasar wilayah Timur Tengah, Afrika, hingga Asia Selatan. Kawasan-kawasan tersebut selama ini menjadi episentrum fokus bantuan internasional.
Berikut adalah daftar lengkap 25 negara yang resmi tercatat sebagai penerima manfaat penyaluran daging dam haji:
- Kawasan Asia Selatan & Timur Tengah: Irak, Lebanon, Pakistan, Palestina, Suriah, Yordania, dan Bangladesh.
- Kawasan Afrika & Eropa Timur: Azerbaijan, Burkina Faso, Chad, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Jibuti, Komoro, Liberia, Mali, Mauritania, Mozambik, Niger, Senegal, Sierra Leone, Sudan, dan Tanzania.
Sinergi bilateral antara Pemerintah Indonesia dan pengelola Adahi memastikan porsi terbesar dari total produksi daging dam jemaah Indonesia didedikasikan secara khusus untuk menyokong kebutuhan pangan darurat warga Palestina.
Penyaluran ini dinilai memberikan nilai tambah transformatif bagi esensi ibadah dam, sebab kegunaannya meluas menjadi instrumen penyelamat jiwa di zona konflik.
Akuntabilitas Sistem Terintegrasi Kerajaan Arab Saudi
Dengan angka kepatuhan yang menyentuh hampir 135.000 jemaah, Indonesia kembali mengukuhkan posisinya sebagai negara kontributor terbesar dalam ekosistem program dam resmi bentukan Kerajaan Arab Saudi.
Tren positif ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan (trust) jemaah dan keluarga jemaah di tanah air terhadap tata kelola modern yang ditawarkan pemerintah.
Adahi memegang kendali penuh terhadap rantai pasok industri daging kurban, mulai dari pemotongan mekanis di rumah pemotongan hewan (RPH) yang mutakhir, pengolahan higienis, pembekuan, penyimpanan berpendingin, hingga pengapalan ke negara tujuan.
Melalui pengawasan ketat terintegrasi ini, jemaah haji mendapatkan jaminan penuh bahwa dana dam yang mereka investasikan benar-benar disembelih secara sah dan disalurkan dengan transparansi tingkat tinggi kepada penerima hak yang paling membutuhkan. [ian/MCH]






