Surabaya (beritajatim.com) – Banjir ROB yang menerjang kampung nelayan merendam sebagian rumah warga di Nambangan, Kenjeran, Surabaya. Akibatnya, ratusan nelayan terpaksa tidak melaut.
Gelombang tinggi yang terjadi sejak Rabu malam (16/5/2021) itu menyebabkan terjadinya banjir ROB setinggi 25 sentimeter pada Kamis pagi. Puluhan rumah warga terendam, namun warga lebih memilih tetap bertahan di rumah sambil menjalani aktivitas sehari-hari yakni membuat ikan asin sambil menunggu air laut yang surut.
Tidak hanya rumah warga yang terendam banjir ROB, ratusan nelayan pun terpaksa tidak bisa melaut. Bahkan ada satu perahu milik nelayan yang tenggelam akibat tidak kuat menahan gelombang tinggi yang menerjang kawasan pesisir Kenjeran, Surabaya.
Salah satunya Kasma, warga Nambangan ini mengatakan jika sejak air merendam rumahnya Kamis pagi, ia memilih menguras rumah karena air laut yang masuk ke dalam rumahnya hampir selutut kaki orang dewasa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
“Jadi gelombang tinggi ini sudah terjadi sejak rabu malam waktu ada gerhana bulan, kalau sudah begitu tandanya jelas pasti air akan naik. Kamis pagi benar naik sampai ke depan gang rumah,” ungkap Kasman.
Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Kota Surabaya yang meninjau di kawasan Kenjeran secara langsung ini menghimbau kepada pada nelayan untuk mengikat perahunya agar tidak terjadi tabrakan dan meminta warga untuk tetap waspada.
“Bagi para nelayan tetap waspada dan kalau bisa mengikat perahunya supaya tidak tabrakan,” ungkap Yuniarto Herlambang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Bahkan sejumlah petugas gabungan yang terdiri satpol PP dan Linmas disiagakan untuk terus melakukan pemantauan di sekitar pesisir Kenjeran. [way/kun]






