Kediri (beritajatim.com) – Datangnya Lebaran ketupat sebagai tanda akhir hari Raya Idul Fitri menjadi berkah tersendiri bagi pedagang ketupat dan janur di Kabupaten Kediri. Mereka mengaku kebanjiran permintaan, dibanding lebaran tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19.
Pedagang ketupat dan janur dadakan ini terlihat di Pasar Jabang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Dalam setiap harinya, masing-masing pedagang mampu menjual ribuan biji dengan harga Rp 5 sampai 7 ribu per 10 bijinya .
Tak hanya dari lokal Kediri, pedagang janur maupun ketupat di Pasar Jabang ini pun juga datang dari luar daerah. Fauzi misalnya, berasal dari pesisir Pantai Prigi, Trenggalek. Menurutnya, sebanyak 1.500 lonjor janur disiapkan dalam momentum lebaran ketupat tahun ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-kediri”]
“Dibanding lebaran tahun lalu, kali ini lebih menjanjikan. Sebab, tahun lalu seluruh aktivitas masyarakat dilarang ketat. Tetapi sekarang berbeda. Lebaran Idul Fitri sudah mulai terasa biasa. Itu sebabnya, saya mencoba jualan kembali disini,” katanya.

Sudah bertahun-tahun lamanya Fauzi berdagang ketupat dan janur di Desa Jabang, Kabupaten Kediri. Dia berasal dari Kabupaten Trenggalek. Selama berjualan, Fauzi bersama temannya tinggal di sekitar pasar. Sementara pembeli datang dari daerah sekitar serta pengendara yang kebetulan melintas.
Selain membeli ketupat dan juga janur, warga juga melakukan transaksi pembelian berupa lontong untuk menambah kreasi jamuan yang akan diberikan ke tetangga bersama kupat lengkap dengan sayurnya .
Meskipun badai korona masih berkepanjangan, namun menurut warga perayaan lebaran ketupat kali ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Mengingat, aturan perbatasan sedikit lebih longgar. [nm/ted].






