Ringkasan Berita
- KAI Daop 9 Jember mencatat 47.797 penumpang menggunakan kereta api selama 17-19 Juli 2026.
- Sebanyak 24.574 penumpang datang dan berangkat melalui stasiun di Banyuwangi.
- Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya mobilitas masyarakat.
- Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut penyelenggaraan event berdampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 turut mendongkrak mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat lebih dari 24 ribu penumpang datang dan berangkat melalui sejumlah stasiun di Kabupaten Banyuwangi selama periode libur akhir pekan, 17 hingga 19 Juli 2026.
Manager Hukum dan Humas PT KAI (Persero) Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan secara keseluruhan terdapat 47.797 pelanggan yang melakukan perjalanan menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember pada periode tersebut.
“Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu tujuan utama perjalanan masyarakat pada periode tersebut. Tercatat sebanyak 12.527 penumpang tiba di berbagai stasiun di Kabupaten Banyuwangi, sementara 12.047 penumpang berangkat dari wilayah tersebut,” kata Cahyo.
Dengan demikian, total mobilitas penumpang yang datang maupun berangkat di Kabupaten Banyuwangi mencapai 24.574 orang dalam kurun waktu tiga hari.
“Jumlah ini berkontribusi lebih dari 50% dari total penumpang di Daop 9 Jember,” ujarnya.
Menurut Cahyo, tingginya jumlah pelanggan pada periode tersebut tidak lepas dari berbagai agenda pariwisata yang berlangsung di Banyuwangi. Salah satunya adalah Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang setiap tahun menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Ia menilai momentum penyelenggaraan BEC mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, dengan kereta api menjadi moda transportasi yang banyak dipilih karena dinilai nyaman, aman, tepat waktu, serta bebas dari kemacetan.
“Kereta api menjadi pilihan transportasi yang nyaman, aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan sehingga banyak pelanggan memilih menggunakan layanan KAI untuk menuju Banyuwangi maupun kembali ke daerah asalnya,” kata Cahyo.
KAI Daop 9 Jember, lanjutnya, terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal selama berbagai agenda nasional maupun daerah berlangsung.
“Selain memastikan kesiapan operasional perjalanan kereta api, KAI juga mengoptimalkan pelayanan di stasiun agar pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan penyelenggaraan berbagai event merupakan strategi pemerintah daerah untuk menarik lebih banyak wisatawan datang ke Banyuwangi sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Menurutnya, setiap wisatawan yang datang akan memberikan dampak berantai bagi berbagai sektor usaha, mulai dari penginapan, kuliner, hingga pelaku UMKM yang menjual produk oleh-oleh.
“Inilah maksud kami menggelar event, akan berdampak pada pergerakan ekonomi daerah. Orang berwisata akan spending pada homestay, berkuliner, hingga membeli oleh-oleh. Penginapan di wilayah kota semua penuh, jualan pedagang juga omsetnya naik,” jelas Ipuk. [alr/beq]






