Ringkasan Berita:
- Santri SMP Sains Tebuireng Jombang, Shanum Anjanique (13), meraih juara 2 Liga Paralayang Jawa Timur Seri I 2026 kategori ketepatan mendarat siswa putri.
- Kejuaraan paralayang tersebut digelar FASI Pengurus Paralayang Provinsi Jawa Timur di Gunung Banyak, Kota Batu, pada 17-19 Juli 2026.
- Prestasi Shanum tidak lepas dari latihan rutin sejak SD serta dukungan Pesantren Sains Tebuireng Jombang dan komunitas paralayang Jawa Timur.
Jombang (beritajatim.com) –Santri SMP Sains Tebuireng Jombang, Shanum Anjanique (13), berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Liga Paralayang Jawa Timur Seri I 2026. Atlet muda tersebut meraih juara 2 pada kategori siswa putri dengan nomor ketepatan mendarat.
Kejuaraan paralayang tingkat Jawa Timur itu berlangsung pada 17-19 Juli 2026 di Gunung Banyak, Kota Batu, Jawa Timur. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Pengurus Paralayang Provinsi Jawa Timur dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.
Dalam kompetisi tersebut, sejumlah kelas dipertandingkan, mulai dari kategori U17, U20, U23, overall, hingga kategori siswa putra dan putri. Shanum yang kini duduk di kelas VII SMP Sains Tebuireng Jombang mengikuti kelas siswa putri.
Perjuangan anak dari pasangan Hari DC dan Lenni Herawati ini membuahkan hasil setelah mampu bersaing dengan atlet muda lainnya dari Jawa Timur. Shanum berhasil mengamankan posisi kedua dalam kategori ketepatan mendarat. Juara pertama diraih atlet asal Mojokerto, sementara posisi ketiga ditempati atlet asal Madiun.
Momen kebahagiaan terlihat saat Shanum naik ke podium menerima medali dan piagam penghargaan dari panitia penyelenggara. “Alhamdulillah, anak saya meraih juara dua,” ujar orangtua Shanum, Hari DC ketika dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Hari DC menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus Pesantren Sains Tebuireng Jombang yang telah memberikan izin kepada Shanum untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan bakat anaknya di bidang olahraga paralayang.
Selain itu, Hari juga mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Paralayang Provinsi Jawa Timur dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Pengurus Paralayang Kabupaten Pacitan yang telah memberikan kesempatan bagi Shanum untuk terus berkembang. “Pihak-pihak tersebut sudah memberikan ruang aktualisasi untuk Shanum,” kata Hari.
Hari DC menjelaskan, ketertarikan Shanum terhadap olahraga paralayang bermula dari kebiasaannya mengikuti penerbangan tandem. Selain aktif di dunia olahraga, Shanum juga memiliki hobi surfing.
Pengalaman beberapa kali terbang tandem membuat minatnya terhadap paralayang semakin besar hingga akhirnya ia memutuskan untuk mempelajari olahraga tersebut secara lebih serius.
Shanum mulai belajar ground handling paralayang di lapangan AURI Pacitan sejak duduk di kelas 4 SD Alam Pacitan. Ketekunan dan minatnya terhadap olahraga dirgantara tersebut kemudian membawanya lolos seleksi sebagai atlet FASI Paralayang Pacitan saat kelas 6 SD Alam Pacitan.
Setelah lolos seleksi, Shanum berkesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) atlet yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur selama dua minggu di Saradan dan Kota Batu. “Sejak SD sudah aktif di Paralayang,” cerita Hari.
Saat memasuki jenjang SMP, Shanum melanjutkan pendidikan di SMP Sains Tebuireng Jombang. Kesempatan mengikuti Liga Paralayang Jawa Timur Seri I 2026 di Gunung Banyak, Kota Batu, menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan prestasinya setelah mendapat izin dari pihak Pesantren Sains Tebuireng.
“Alhamdulillah mendapatkan juara dua. Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak terkait. Mulai dari FASI Pengurus Paralayang Kabupaten Pacitan, SMP Sains Tebuireng, serta Pengurus Paralayang Jatim,” pungkasnya.
Prestasi Shanum Anjanique menjadi bukti bahwa pengembangan bakat santri di berbagai bidang, termasuk olahraga dirgantara, dapat berjalan beriringan dengan pendidikan. Dukungan lingkungan pendidikan dan pembinaan olahraga menjadi faktor penting dalam mencetak generasi muda berprestasi. [suf]






