Magetan (beritajatim.com) – Harga daging ayam potong di Pasar Sayur Magetan mulai mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Meski demikian, para pedagang menilai peningkatan harga belum sepenuhnya diikuti dengan pulihnya daya beli masyarakat yang masih tertekan akibat tingginya kebutuhan rumah tangga saat tahun ajaran baru.
Pedagang daging ayam Pasar Sayur Magetan, Nani Junaidi, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak sekitar 13 Juli 2026 atau bertepatan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Harga ayam sekarang mulai naik. Tapi kalau eceran masih sepi karena enggak ada orang mantu, enggak ada orang slametan. Harganya memang naik, tetapi pembelinya belum ramai,” kata Nani.
Menurutnya, kondisi pasar secara umum masih lesu. Tidak hanya pedagang ayam, hampir seluruh pedagang di pasar juga merasakan penurunan transaksi.
Ia menilai kebutuhan masyarakat saat memasuki tahun ajaran baru menjadi salah satu penyebab melemahnya daya beli. Banyak orang tua lebih memprioritaskan pengeluaran untuk membeli perlengkapan sekolah anak.
“Orang tua sekarang banyak kebutuhan, beli seragam, bayar sekolah, jadi situasi pasar sepi. Bukan ayam saja, semua pedagang juga merasakan,” ujarnya.
Nani mengungkapkan, meski harga ayam naik selama sekitar satu pekan terakhir, penjualan justru mengalami penurunan yang cukup signifikan. “Daya belinya masih turun, bahkan turun drastis,” tambahnya.
Hal senada disampaikan pedagang ayam lainnya, Narti. Ia mengatakan harga ayam kini berada di kisaran Rp31 ribu per kilogram untuk ayam reguler dan Rp32 ribu per kilogram untuk ayam super. Sebelumnya, harga sempat anjlok hingga Rp28 ribu per kilogram.
“Sekarang harga ayam Rp31 ribu, yang super Rp32 ribu. Sebelumnya sempat turun sampai Rp28 ribu per kilogram,” jelasnya.
Menurut Narti, kenaikan harga dipengaruhi mulai membaiknya keseimbangan pasokan dan permintaan sehingga harga kembali berada pada level yang dinilai wajar bagi peternak.
“Kalau terlalu murah kasihan peternaknya. Nanti enggak ada yang mau pelihara ayam. Harga normal itu minimal sekitar Rp30 ribu per kilogram. Sekarang Rp31 ribu sampai Rp32 ribu sudah stabil,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi penjualan mulai menunjukkan perbaikan dibanding beberapa pekan sebelumnya. Selain mulai banyak masyarakat menggelar hajatan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai ikut mendorong permintaan ayam di pasaran. “Alhamdulillah daya beli mulai meningkat. Sudah mulai ada orang hajatan, MBG juga sudah jalan,” pungkasnya. [kun]






