Situbondo (beritajatim.com) – Kebakaran menghanguskan tiga rumah di Kampung Barat, RT 02 RW 06, Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Kamis (16/7/2026) malam. Selain bangunan, uang tunai dan perhiasan emas seberat 95 gram milik salah seorang korban turut ludes dilalap api.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah milik Suwarjo (70). Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
“Api pertama kali terlihat di bagian belakang atau dapur rumah Bu Suwarjo. Saksi yang berada di ruang tamu langsung membawa korban keluar rumah untuk menyelamatkan diri, kemudian berteriak meminta pertolongan warga,” ujar Puriyono.
Menurutnya, kobaran api dengan cepat membesar hingga merembet ke dua rumah di belakang milik Syarifuddin (47). Warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tak lama kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran yang disiagakan di Kecamatan Asembagus bersama satu unit Damkar dari Mako Situbondo tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman dan pembasahan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB.
Puriyono memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil asesmen sementara BPBD, rumah semi permanen milik Suwarjo berukuran 10 x 6 meter mengalami rusak total.
Selain bangunan, korban kehilangan uang tunai sekitar Rp10 juta serta perhiasan emas berupa gelang dan kalung seberat sekitar 95 gram dengan nilai ditaksir Rp190 juta. Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp220 juta.
Sementara itu, dua rumah semi permanen milik Syarifuddin yang masing-masing berukuran sekitar 10 x 10 meter juga mengalami rusak total. Kerugian akibat kebakaran pada dua rumah tersebut ditaksir mencapai Rp70 juta.
“Total kerugian sementara dari peristiwa ini diperkirakan sekitar Rp290 juta,” kata Puriyono.
Usai kebakaran, BPBD Situbondo bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Tagana, Satpol PP, PLN, serta unsur terkait lainnya melakukan asesmen cepat di lokasi.
Selanjutnya, BPBD akan melaksanakan pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyaluran bantuan logistik dan penanganan lanjutan bagi para korban. (awi/but)






