Probolinggo (beritajatim.com) – Kebakaran hebat melanda dua bangunan toko di tepi Jalur Pantura, Desa Paiton, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat (10/7/2026) siang. Saat api mulai berkobar, seluruh pegawai dan pemilik toko sedang menjalankan Salat Jumat sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Api menghanguskan dua bangunan milik UD Berlian Jaya, yakni toko ban mobil dan toko peracangan milik Kusno. Kobaran api dengan cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat banyak barang yang mudah terbakar.
Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari jarak cukup jauh. Warga yang mengetahui kejadian itu sempat berusaha menyelamatkan sebagian barang dagangan. Namun, upaya tersebut terhenti setelah api semakin membesar dan beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam bangunan yang diduga berasal dari tabung LPG.
Sofi, salah seorang pegawai toko, mengatakan kebakaran terjadi ketika seluruh pegawai sedang berada di masjid untuk menunaikan Salat Jumat.
“Saat kejadian toko memang kosong karena semua pegawai sedang salat Jumat. Sebelum api semakin besar sempat terdengar ledakan beberapa kali,” ujarnya.
Ia juga mengaku sempat melihat adanya percikan api sesaat setelah kawasan tersebut mengalami pemadaman listrik.
“Awalnya listrik sempat padam. Tidak lama kemudian muncul percikan api, lalu asap semakin tebal dan api langsung membesar,” kata Sofi.
Menerima laporan kebakaran, tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi. Dua armada berasal dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo, sedangkan satu unit lainnya milik PT PLN Nusantara Power Paiton.
Petugas pemadam berjibaku selama kurang lebih satu jam untuk mengendalikan kobaran api. Upaya tersebut berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di sepanjang jalur nasional yang dikenal padat lalu lintas tersebut.
Kapolsek Paiton Iptu Riyono mengatakan hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan hubungan arus pendek atau korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran. Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber api.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Percikan api diduga berasal dari panel listrik, kemudian menyambar bagian bangunan sehingga api cepat membesar,” ujar Riyono.
Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena seluruh pegawai sedang berada di masjid saat kebakaran terjadi.
“Bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa. Kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta,” katanya.
Usai proses pemadaman selesai, polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi turut dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan dua toko di kawasan strategis Jalur Pantura Probolinggo tersebut. (rap/ian)






