Malang(beritajatim.com) – Sejumlah daerah di Jawa Timur sempat terjadi antrean panjang biosolar pada sejumlah SPBU. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kini memastikan suplai energi termasuk biosolar telah aman.
Khofifah meninjau langsung kondisi pasokan dan distribusi BBM di SPBU Karanglo, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2027). Gubernur Jatim didampingi Bupati Malang M Sanusi, Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman, hingga Sales Area Manager Malang PT Pertamina Patra Niaga, Alam Kanda.
“Koordinasi kami lakukan untuk memastikan ketika terjadi antrean panjang apa penyebabnya. Kalau suplainya kurang, maka suplai yang harus ditambah. Menurut Pertamina, suplai Biosolar telah ditambah sehingga dapat mencukupi kebutuhan. Semoga saat ini sudah aman, semua bisa lancar,” kata Khofifah.
Khofifah menuturkan, stabilitas pasokan BBM sangat strategis dalam menjaga pergerakan ekonomi Jawa Timur. Beberapa sektor sangat tergantung pada pasokan energi mulai dari industri, distribusi logistik, sektor perdagangan, hingga mobilitas masyarakat.

“Karena ini dampak ekonominya kuat sekali, dari mobilitas dan pergerakan alat transportasi. Konektivitas hubungan antardaerah dan kinerja ekonomi kita sangat banyak ditentukan oleh stabilisasi pemenuhan BBM,” ujar Khofifah.
Manager Sales Retail Pertamina Patra Niaga, Daniel, memastikan Pertamina telah melakukan penambahan pasokan Biosolar maupun jenis BBM lainnya untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kami memastikan suplai solar lancar. Kita pastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Kemarin ada sedikit kendala antrean. Kami berkomitmen menambah suplai kepada masyarakat sehingga kebutuhan energi, terutama solar, dapat terpenuhi, termasuk Pertalite,” ujar Daniel.
Berdasarkan data per 28 Juni 2026, stok BBM di SPBU Karanglo meliputi Pertalite sebanyak 28 kiloliter, Pertamax 14 kiloliter, Pertamax Green 6 kiloliter, Pertamax Turbo 6,7 kiloliter, Biosolar 24 kiloliter, serta Pertamina Dex 3,9 kiloliter.
Selain stok yang tersedia, Pertamina juga tengah melakukan pengiriman tambahan pasokan berupa Pertalite sebanyak 24 kiloliter, Pertamax 8 kiloliter, dan Biosolar 16 kiloliter guna semakin memperkuat ketahanan pasokan BBM di wilayah Malang dan sekitarnya.
Sementara itu salah satu sopir truk Budiono menuturkan bahwa pasokan biosolar mulai lancar. Dia sempat terkendala biosolar saat mengirim muatan dari Sidoarjo ke Blitar. Budiono merasa rugi waktu dan energi saat mengantre biosolar di salah satu SPBU di Pandaan beberapa waktu lalu.
“Ya semoga lancar terus. Karena pasti capek rugi waktu, belum dikomplain. Tapi mau gimana lagi memang antre Biosolar. Sekarang sudah allhamdulilah tidak antre,” kata Budiono. (luc/but)






