Hanya Brasil yang bisa mengangkat Piala Dunia di luar benuanya sendiri. Setelah menjadi juara dunia untuk pertama kalinya di Swedia pada 1958, Brasil menjadi juara dunia untuk kali kelima di Yokohama, Jepang, 44 tahun kemudian.
Ini kali pertama juga Piala Dunia digelar oleh dua negara bersama-sama dan dilaksanakan di Asia. Sebelumnya, Piala Dunia selalu diselenggarakan di Eropa dan Amerika secara bergantian.
Turnamen kali ini dipenuhi kejutan, yang diawali dengan kekalahan juara bertahan Prancis 0-1 dari Senegal melalui gol Papa Bouba Diop dalam laga pembukaan.
Prancis tersingkir dari Grup A tanpa mampu mencetak satu gol pun. Dalam pertandingan berikutnya mereka bermain imbang tanpa gol melawan Uruguay dan kalah 0-2 dari Denmark.
Argentina yang berhadapan dengan Inggris, Swedia, dan Nigeria, di Grup F, juga gagal lolos dari fase penyisihan. David Beckham berhasil membalaskan dendamnya empat tahun silam, setelah gol tunggalnya melalui titik penalti menenggelamkan Argentina.
Kendati gol Gabriel Batistuta mengalahkan Nigeria 1-0 dan gol tunggal Hernan Crespo menahan imbang Swedia 1-1, Argentina hanya berada di posisi ketiga klasemen. Mereka digusur Swedia dan Inggris yang sma-sama mengantongi lima angka.
Piala Dunia 2002 juga menjadi momentum kebangkitan sepak bola Asia. Korea Selatan tampil luar biasa dengan mengalahkan Polandia dan Portugal serta bermain imbang melawan Amerika Serikat untuk menjuarai Grup D. Jepang juga menjuarai Grup H setelah menahan Belgia 2-2 serta mengalahkan Rusia 1-0 dan Tunisia 2-0.
Drama disajikan oleh Republik Irlandia yang memulangkan kapten Roy Keane sebelum turnamen dimulai. Pemain Mancsehter United itu berselisih dengan pelatih Mick McCarthy dan mempertanyakan profesionalisme tim.
Meski kehilangan pemain terbaiknya, Irlandia tetap tampil mengesankan. Mereka bermain imbang 1-1 dengan Kamerun, dan kemudian menahan Jerman dengan skor yang sama berkat gol penyama kedudukan Robbie Keane. Kemenangan 3-0 atas Arab Saudi membawa mereka lolos ke babak gugur.
Di sisi lain, dengan doperkuat Trio R (Ronaldo, Ronaldinho, Rivaldo), Brasil tampil sangat meyakinkan dengan menyapu bersih tiga pertandingan Grup C dengan mencetak sebelas gol saat menghadapi China, Kosta Rika, dan Turki. Spanyol juga lolos dari Grup B tanpa kehilangan poin.
Di Grup E, Jerman tampil efektif dengan menghancurkan Arab Saudi delapan gol tanpa balas, tiga gol di antaranya dicetak Miroslav Klose. Mereka juga mengalahkan Kamerun 2-0, dan hanya kehilangan poin saat ditahan Irlandia 1-1.
Senegal melanjutkan kejutannya dengan lolos ke perempat final setelah menyingkirkan Swedia lewat gol emas Henri Camara pada perpanjangan waktu Babak 16 Besar.
Korea Selatan membuat kejutan yang lebih besar lagi dengan menyingkirkan Italia. Setelah tertinggal oleh gol Christian Vieri, Korea menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan melalui Seol Ki-Hyeon.
Ahn Jung-Hwan mencetak gol emas yang mengirim Italia pulang pada babak perpanjangan waktu. Publik Italia tidak terima dengan kekalahan itu dan menuding sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan. Sayangnya, Jepang tidak mampu mengikuti langkah Korea Selatan setelah kalah 0-1 dari Turki.
Pada perempat final Korsel beerhasil menahan Spanyol tanpa gol selama 120 menit untuk kemudian menang dalam adu penalti. Penjaga gawang Lee Woon-Jae tampil gemilang. Namun kemenangan Korsel ini dinodai kontroversi dua gol Spanyol yang dianulir.
Sementara itu, setelah mengalahkan Paraguay di Babal 16 Besar dan Amerika Serikat di perempat final masing-masing dengan skor 1-0, Jerman mencapai semifinal.
Setelah mengalahkan Belgia, Brasil bertemu Inggris pada perempat final. Michael Owen sempat membawa Inggris unggul. Namun Rivaldo dan gol tendangan bebas Ronaldinho mengecoh kiper David Seaman dan membawa kemenangan 2-1 untuk Brasil.
Turki lolos ke semifinal setelah mengalahkan Senegal melalui gol emas Ilhan Mansiz. Ini pencapaian terbaik mereka sepanjang sejarah Piala Dunia.
Namun asa Turki untuk melaju ke final dihentikan gol tunggal Ronaldo di semifinal. Tampil tanpa Ronaldinho yang terkena kartu merah saat perempat final, Ronaldo menunjukkan alasan dijuluki “Il Fenomeno”.
Di semifinal lainnya, Jerman mengakhiri petualangan Korea Selatan dengan kemenangan 1-0. Michael Ballack mencetak gol penentu. Namun kartu kuning yang diterimanya membuatnya harus absen pada partai final.
Final di Yokohama mempertemukan dua calon permain terbaik: Ronaldo Nazario Lima versus penjaga gawang Oliver Kahn.
Brasil mendominasi permainan. Namun Kahn berhasil menggagalkan beberapa peluang emas Ronaldo pada babak pertama.
Jerman sempat memberikan ancaman melalui tendangan bebas Oliver Neuville yang ditepis Marcos dan terkena tiang gawang pada babak kedua. Namun momentum berubah pada menit ke-67.
Kahn melakukan kesalahan langka, ketika gagal menangkap sempurna tembakan Rivaldo. Ronaldo yang sigap langsung menyambar bola muntah dan membawa Brasil unggul.
Dua belas menit kemudian, Ronaldo memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Gol ini diawali operan bola dari Kleberson yang diteruskan dengan gerakan cerdas Rivaldo yang membiarkan bola lewat.
Skor 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan. Dan hari itu, Brasil berhak mengenakan emblem lima bintang emas sebagai simbol jumlah Piala Dunia yang telah diraih. Pelatih Felipe Scolari membungkam para pengkritiknya yang meragukan keputusan-keputusan seleksinya.
Kapten Cafu mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang tampil dalam tiga final Piala Dunia. Ronaldo Ronaldo meraih Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak selama turnamen dengan delapan gol. Sementara Jerman menerima hiburan dengan terpilihnya Oliver Kahn sebagai pemain terbaik Piala Dunia. [wir]






