Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim (Kiai Asep) melontarkan kritik terkait kinerja kepengurusan PBNU 2021-2026 yang dinilainya masih belum berhasil mengemban amanah besar.
Kiai Asep berharap lima pengurus inti PBNU saat ini tidak perlu mencalonkan diri kembali pada Muktamar Agustus 2026 nanti. “Kepengurusan NU saat ini masih banyak yang perlu diperbaiki. Kami harap lima pengurus inti NU, mulai Ketum, Sekjen, Bendahara, Rais Aam dan Katib Aam saat ini tidak perlu mencalonkan kembali,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).
Menurut Kiai Asep, NU membutuhkan sosok baru yang berkomitmen kuat untuk kembali ke khittah NU, yakni memperjuangkan paham Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
”NU perlu on the track. Kepengurusan saat ini masih banyak yang perlu diperbaiki. Semoga tidak ada kezaliman di Muktamar, dan lahir pengurus yang mengerti bahwa NU dilahirkan untuk mendominankan paham ahlussunnah wal jamaah,” tegasnya.
Kiai Asep juga angkat bicara mengenai namanya yang masuk dalam bursa calon Rais Aam PBNU periode mendatang. Kiai Asep secara tegas menyatakan tidak berminat dan tidak memiliki ambisi untuk menduduki posisi tersebut.
”Saya nggak ada ambisi, itu tanggung jawab berat. Jangan pilih saya,” ujarnya.
Alih-alih mengejar jabatan, Kiai Asep justru menawarkan Ponpes Amanatul Ummah sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU Agustus 2026 mendatang. Ia bahkan menyatakan kesiapannya menanggung seluruh biaya operasional Muktamar tanpa mengajukan proposal sedikit pun. [tok/aje]






