Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan Prancis melawan Irak di Grup I Piala Dunia 2026 mencatat sejarah sebagai laga pertama turnamen yang mengalami penundaan akibat cuaca ekstrem. Duel yang berlangsung di Lincoln Financial Field, Philadelphia pada Selasa (23/6/2026) WIB, terhenti selama 131 menit setelah badai petir mendekati area stadion.
Penundaan tersebut terjadi saat jeda babak pertama ketika Prancis unggul 1-0 berkat gol Kylian Mbappe. Awalnya, FIFA mengumumkan pertandingan hanya akan mengalami penundaan minimal 30 menit. Namun kondisi cuaca yang terus memburuk membuat laga baru bisa dilanjutkan lebih dari dua jam kemudian.
Hujan deras, angin kencang, dan ancaman sambaran petir memaksa panitia menginstruksikan seluruh penonton untuk meninggalkan tribun dan mencari perlindungan di area aman dalam stadion.
Pertandingan akhirnya kembali dimulai pada pukul 20.00 waktu setempat setelah otoritas setempat memastikan kondisi aman bagi pemain, ofisial, dan penonton.
Meski sempat tertunda panjang, Prancis tetap tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan 3-0. Mbappe mencetak gol keduanya pada pertandingan tersebut sebelum Ousmane Dembele melengkapi kemenangan Les Bleus.
Pelatih Prancis Didier Deschamps mengaku belum pernah mengalami situasi serupa sepanjang kariernya.
“Kami hanya menunggu. Jadwal dimulainya pertandingan terus mundur. Yang terpenting bagi saya dan Graham Arnold adalah para pemain memiliki waktu untuk melakukan pemanasan lagi sehingga tidak ada risiko cedera,” kata Deschamps.
Ia menegaskan bahwa keselamatan seluruh pihak harus menjadi prioritas utama.
“Ini soal keselamatan. Anda tidak bisa melawan hujan dan petir. Selalu ada risiko seperti ini dan kami harus mengikuti aturan setempat. Kami hanya perlu beradaptasi,” ujarnya.
Mengapa Pertandingan Harus Ditunda?
Penundaan pertandingan mengikuti protokol cuaca ekstrem yang berlaku di Amerika Serikat. Aturan tersebut mengacu pada rekomendasi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang mewajibkan pertandingan dihentikan apabila petir atau aktivitas listrik atmosfer terdeteksi dalam radius delapan mil atau sekitar 13 kilometer dari stadion.
Ketika kondisi tersebut terjadi, seluruh pemain dan staf harus meninggalkan lapangan menuju ruang ganti, sementara penonton diarahkan ke area perlindungan yang aman.
Pertandingan baru dapat dilanjutkan apabila tidak ada sambaran petir yang terdeteksi dalam radius tersebut selama 30 menit penuh.
Jika petir kembali muncul sebelum periode 30 menit berakhir, hitungan waktu akan diulang dari awal.
Tidak Ada Batas Maksimal Penundaan
Berbeda dengan sejumlah kompetisi lain, regulasi di Amerika Serikat tidak menetapkan batas maksimal berapa lama pertandingan dapat ditunda akibat cuaca buruk.
Artinya, sebuah laga bisa tertunda selama beberapa jam hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. Dalam kasus Prancis melawan Irak, dua gelombang badai tambahan yang mendekati stadion membuat upaya memulai kembali pertandingan harus terus ditunda.
FIFA juga tidak memiliki kewenangan untuk mengabaikan atau membatalkan protokol tersebut karena aturan keselamatan berada di bawah otoritas lokal.
Apakah Pertandingan Bisa Dibatalkan?
Secara teori, pertandingan dapat dijadwalkan ulang apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melanjutkan laga. Namun FIFA akan mengevaluasi setiap kasus secara individual.
Penjadwalan ulang menjadi tantangan besar dalam turnamen dengan format 48 tim seperti Piala Dunia 2026. Situasi akan semakin rumit apabila penundaan terjadi pada laga terakhir fase grup yang seluruh pertandingannya harus dimainkan secara bersamaan demi menjaga integritas kompetisi.
FIFA sebelumnya telah mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu menyatakan telah berkoordinasi dengan lembaga meteorologi dan manajemen darurat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.
“Stadion diwajibkan memiliki prosedur mitigasi risiko dan evakuasi yang kuat, termasuk protokol petir dan cuaca ekstrem yang sesuai dengan regulasi setempat dan standar internasional,” demikian pernyataan FIFA.
Bukan Kejadian Pertama di Turnamen FIFA
Penundaan akibat cuaca sebenarnya bukan hal baru dalam turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Pada Piala Dunia Antarklub tahun lalu, beberapa pertandingan juga mengalami gangguan serupa.
Salah satu yang paling mencolok terjadi saat laga Chelsea melawan Benfica yang membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk diselesaikan akibat cuaca buruk. Saat itu pelatih Chelsea, Enzo Maresca, bahkan menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang “konyol”. (faw/aje)






