Probolinggo (beritajatim.com) – Aksi dua penjambret yang mengincar seorang pelajar perempuan di jalan sepi wilayah Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, berakhir tragis.
Setelah berhasil merampas ponsel korban, keduanya justru menjadi buruan warga. Satu pelaku ditangkap di lokasi, sementara seorang lainnya sempat kabur dan bersembunyi di rumah warga sebelum akhirnya diciduk polisi.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Raya Dusun Triwung, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran.
Korban, Nurul Maofiroh (20), seorang pelajar asal Desa Kropak, saat itu sedang mengendarai sepeda motor seorang diri dari arah selatan. Tanpa disadari, gerak-geriknya telah diincar dua pria yang membuntutinya menggunakan sepeda motor Honda Beat.
Sebelum kejadian, korban menyimpan telepon genggam Oppo A5 miliknya di laci depan sebelah kanan sepeda motor. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku.
Saat melintas di depan sebuah pom mini, kedua pelaku tiba-tiba memepet motor korban. Dalam hitungan detik, pelaku yang dibonceng menjulurkan tangan dan merampas ponsel yang berada di laci motor.
Korban yang kaget tak memilih pasrah. Dengan keberanian yang luar biasa, ia langsung memutar gas mengejar pelaku sambil berteriak keras, “Maling… maling…!”
Teriakan itu memecah suasana sore di kawasan tersebut. Warga yang mendengar langsung keluar rumah dan ikut melakukan pengejaran. Panik dikejar massa dari berbagai arah, laju pelaku akhirnya terhenti.
Amarah warga yang geram dengan maraknya aksi kejahatan jalanan membuat kedua pelaku tak berkutik. Salah satu pelaku berhasil diamankan warga di lokasi, sementara rekannya melarikan diri. Namun pelariannya tidak berlangsung lama.
Kapolsek Bantaran AKP Agus Eko Widodo mengatakan pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya pelaku penjambretan yang diamankan warga.
“Awalnya warga mengamankan satu orang. Setelah anggota melakukan penyelidikan dan olah TKP, diketahui pelakunya ada dua orang,” ujar AKP Agus Eko Widodo, Senin (15/6/2026).
Pelaku kedua sempat membuat petugas melakukan pencarian. Ia diketahui bersembunyi di salah satu rumah warga untuk menghindari kejaran massa dan polisi.
“Yang satu sempat kabur dan bersembunyi di rumah warga. Karena ternyata dia warga sekitar dan dikenal masyarakat, akhirnya keberadaannya cepat diketahui dan berhasil diamankan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku diduga sengaja berkeliling mencari sasaran empuk di lokasi yang relatif sepi. Korban perempuan yang berkendara sendirian menjadi target utama mereka.
“Mereka mencari tempat yang sepi. Korbannya rata-rata perempuan yang mengendarai sepeda motor sendirian. Barang yang diambil biasanya berada di tas atau di laci depan motor,” jelas Kapolsek.
Polisi mengamankan dua pelaku, yakni Aldi (24), warga Desa Kramatagung, Kecamatan Bantaran, dan Misbahul Munir (26), warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces.
Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DK 3468 FL yang digunakan saat beraksi serta ponsel Oppo A5 milik korban.
Kini, aksi nekat yang mereka lakukan di penghujung sore itu harus dibayar mahal. Keduanya telah ditahan dan menjalani proses hukum lebih lanjut atas dugaan pencurian dengan kekerasan (curas).
Beruntung dalam kejadian tersebut korban tidak mengalami luka serius. Namun keberanian korban berteriak meminta pertolongan dan cepatnya respons warga menjadi kunci gagalnya aksi jambret yang nyaris sempurna tersebut. Di tangan warga dan polisi, pelarian kedua pelaku akhirnya berakhir hanya beberapa jam setelah kejahatan itu terjadi. (rap/ted)






