Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang lansia yang terperosok ke dalam galian proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah, Surabaya. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat penting bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap pekerjaan konstruksi di ruang publik.
“Kami atas nama pribadi maupun sebagai anggota Komisi E DPRD Jawa Timur turut berduka cita atas kejadian yang menimpa salah satu warga Surabaya. Tentu ini menjadi keprihatinan bersama karena ada korban jiwa yang terjadi di area fasilitas umum,” kata Cahyo, Senin (15/6/2026).
Menurut dia, setiap proyek pembangunan tidak hanya dituntut selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis. Aspek keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, terutama pada pekerjaan konstruksi yang berada di kawasan dengan aktivitas publik yang tinggi.
“Pemerintah Kota Surabaya perlu melakukan evaluasi terhadap setiap pelaksanaan pembangunan. Tidak hanya soal kualitas konstruksi, tetapi juga bagaimana informasi, imbauan, dan rambu-rambu keselamatan benar-benar dipasang secara jelas agar mudah diketahui masyarakat,” ujar Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
Cahyo menilai standar pengamanan proyek di ruang publik perlu diperkuat dengan mengacu pada praktik-praktik yang telah diterapkan di berbagai kota maju dunia. Selain papan peringatan, area pekerjaan juga harus memiliki pengamanan fisik yang memadai untuk mencegah masyarakat masuk ke zona berbahaya.
“Kalau kita melihat di Singapura atau Jepang, setiap proyek yang berdekatan dengan trotoar dan fasilitas umum selalu dilengkapi pengamanan yang terukur. Tidak hanya ada rambu, tetapi juga penutup dan pembatas yang mampu melindungi masyarakat dari risiko kecelakaan,” katanya.
Selain evaluasi teknis, Cahyo meminta pihak pelaksana proyek bertanggung jawab terhadap keluarga korban. Dia juga mendorong Pemkot Surabaya melalui fasilitas kesehatan daerah memberikan pendampingan kepada keluarga yang terdampak.
“Kami berharap ada perhatian yang baik kepada keluarga korban. Pemerintah juga perlu hadir memberikan pendampingan kesehatan maupun psikologis bagi keluarga yang sedang mengalami masa sulit akibat kehilangan anggota keluarganya,” pungkasnya. [asg/kun]






