Ringkasan Berita:
- Sebanyak 600 personel gabungan diterjunkan mengamankan Kirab Pusaka dan rangkaian malam 1 Suro di Ponorogo.
- Pengamanan mencakup Kirab Pusaka, Buceng Porak, Jamasan Pusaka, hingga Larungan Telaga Ngebel.
- Polisi juga mengamankan kegiatan tirakatan PSHT yang digelar di cabang, ranting, dan rayon di Ponorogo.
- Pengamanan melibatkan Polres Ponorogo, Kodim 0802, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.
Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan rangkaian Kirab Pusaka dan tirakatan malam 1 Suro di Kabupaten Ponorogo. Pengamanan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian Grebeg Suro dan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah agar seluruh agenda budaya dan keagamaan berlangsung aman serta kondusif.
Kabag Ops Polres Ponorogo, Kompol Edi Suyono, mengatakan pengamanan difokuskan pada seluruh rangkaian kegiatan Grebeg Suro. Kegiatan diawali dengan Kirab Pusaka, dilanjutkan Buceng Porak dan Jamasan Pusaka.
Rute kirab dimulai dari Kompleks Makam Batoro Katong dan berakhir di Paseban Ponorogo.
“Yang pertama adalah untuk kegiatan kirab pusaka dilanjutkan dengan buceng porak dan jamasan. Diawali start dari Makam Batoro Katong kemudian finish di Paseban,” kata Edi usai apel gelar pasukan pengamanan Kirab Pusaka dan Malam 1 Suro di halaman Polres Ponorogo, Senin (15/6/2026).
Menurut Edi, setelah Kirab Pusaka selesai, rangkaian kegiatan masih berlanjut dengan penutupan Grebeg Suro. Pada malam harinya masyarakat akan melaksanakan laku tirakatan, sedangkan keesokan harinya digelar tradisi Larungan di Telaga Ngebel.
“Setelah kegiatan itu ada penutupan Grebeg Suro. Lanjut nanti malam laku tirakatan. Besok dilanjutkan larungan Telaga Ngebel,” ungkap Edi.
Selain agenda budaya, aparat juga memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan perguruan pencak silat yang berlangsung bersamaan dengan malam 1 Suro. Salah satunya kegiatan tirakatan dan doa bersama warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun yang dilaksanakan di masing-masing kantor cabang, ranting, dan rayon di Ponorogo.
Polisi memastikan tidak ada agenda keberangkatan massal warga PSHT dari Ponorogo menuju Madiun.
“Di Ponorogo nanti malam khususnya PSHT Pusat Madiun akan lakukan tirakatan atau doa bersama yang akan dilaksanakan di kantor cabang, ranting dan rayon masing-masing. Jadi di Ponorogo tidak ada yang akan berangkat ke Madiun,” jelasnya.
Untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Polres Ponorogo menerjunkan sebanyak 600 personel. Mereka disebar di sejumlah titik kegiatan, termasuk lokasi tirakatan PSHT yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ponorogo.
“Untuk personel yang kami libatkan ada 600. Termasuk pengamanan tirakatan di masing-masing ranting dan rayon PSHT Pusat Madiun,” ungkapnya.
Pengamanan juga melibatkan unsur lintas instansi, mulai dari Kodim 0802 Ponorogo, Dinas Perhubungan, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Kita juga dibantu Kodim 0802 Ponorogo dan sinergi dengan Dishub dan Satpol PP,” katanya.
Polres Ponorogo berharap seluruh agenda Grebeg Suro, Kirab Pusaka, malam 1 Suro, hingga tradisi Larungan Telaga Ngebel dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan nyaman.
“Harapan kami kegiatan lancar aman terkendali dan masyarakat dapat nikmati dan laksanakan kegiatan yang aman dan nyaman. Sehingga menyambut Tahun Baru Muharam atau 1 Suro dengan khidmat,” pungkasnya. [end/beq]






