Bojonegoro (beritajatim.com) — Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati (bacabup-cawabup) Setyo Wahono – Nurul Azizah blusukan ke Pasar Tradisional Bojonegoro, Sabtu (3/9/2024).
Pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Bojonegoro 2024 itu datang dan melihat kondisi pasar atas undangan dari paguyuban pedagang. Mereka kemudian menggelar dialog dengan tajuk “Bersiap Memilih Pemimpin Terbaik untuk Pasar Kota Bojonegoro”.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Wasito mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Setyo Wahono – Nurul Azizah untuk melihat sejauh mana kepedulian dan perhatian mereka kepada para pedagang.
“Tentu kami senang, karena dua-duanya hadir dan menunjukkan komitmen jelas atas dua permintaan kami selama ini,” ujarnya usai dialog di musholla Nurutijaroh dalam komplek pasar setempat.
Permintaan paguyuban pedagang pasar tradisional Bojonegoro itu adalah membangun infrastruktur pasar tanpa harus memindahkan pasar. Atas dua permintaan itu, para pedagang merasa mendapat komitmen dari keduanya. “Dari apa yang disampaikan keduanya, sudah ada komitmen,” imbuhnya.
Sementara Setyo Wahono, mengaku sangat memahami keluhan yang diungkapkan para pedagang. Karena ia sendiri mengetahui pengalaman bapaknya, seorang kepala desa, di masa lampau ketika hendak memindahkan pasar akibat lokasinya tergerus erosi sungai.
“Namun ketika pasar dipindah itu tidak berhasil. Nah kata bapak saya, ternyata pasar itu ada ila-ilane, yakni pasar itu ora kena ngalih (tidak boleh pindah),” ujar Wahono.
Kisah tersebut terpatri betul dalam ingatannya, terlebih pusat ekonomi kerakyatan adalah pasar tradisional. Oleh sebab itu ketika ia mendapat amanah menjadi bupati, bakal mengutamakan kemakmuran rakyat, salah satunya kemakmuran pedagang pasar.
“Itulah yang ingin saya perjuangkan, konsep kemakmuran dengan berkomunikasi dua arah, sehingga ada titik temu mana yang lebih baik,” tegasnya.
Tak hanya kemakmuran, konsep yang kedua ialah kebanggaan masyarakat atas Bojonegoro. Bojonegoro harus menjadi kebanggaan masyarakat dengan segala potensi yang dimilikinya. Mulai dari atlit dan siswa berpretasi, kesenian, pendidikan, dan segala hal di dalam Bojonegoro.
“Kemakmuran dan kebanggan ini harus kita perjuangkan. Dukungan dari pedagang pasar ini sebuah kehormatan yang luar biasa bagi saya dan Bu Nurul, sehingga kami akan pertahankan ekonomi kerakyatan ini,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto menilai permintaan para pedagang merupakan sesuatu yang wajar. Sebab komitmen politik dan kontrak politik itu sejatinya dengan seluruh lapisan masyarakat Bojonegoro.
“Kami pikir jika ada kesempatan untuk meningkatkan ruang dan peluang untuk menang ya harus kita perjuangkan. Insyaallah Mas Wahono dan Mbak nurul pilihan terbaik untuk masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.
Usai melakukan dialog Setyo Wahono-Nurul Azizah bersama para pedagang Pasar Tradisional Kota Bojonegoro kemudian menggelar tumpengan sederhana. Setelah dibacakan doa, nasi tumpeng tersebut kemudian dimakan bersama. [lus/kun]






