Yogyakarta (beritajatim.com )– Upaya melestarikan batik sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di industri kreatif terus dilakukan. Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kementerian Perindustrian bersama Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar pelatihan dan sertifikasi profesi bidang ekonomi kreatif yang melibatkan puluhan peserta, termasuk kalangan Generasi Z.
Kegiatan yang berlangsung di kantor BBSPJIKB Yogyakarta itu menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor batik, yang selama ini menjadi salah satu identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif DIY.
Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam dua skema kompetensi, yakni perancangan motif batik dan pewarnaan alam. Masing-masing program diikuti oleh 20 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar SMK di wilayah Yogyakarta.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menegaskan bahwa batik memiliki posisi penting bagi Yogyakarta, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian dari daya tarik pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.
[irp posts=”1513144″ ]
Menurutnya, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis sekaligus kreativitas dalam mengembangkan produk batik.
“Batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bagian penting dari wajah pariwisata Yogyakarta. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap lahir sumber daya manusia yang kompeten dan kreatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan industri kreatif menuntut hadirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pasar tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi ciri khas batik Yogyakarta.
Generasi Z Diajak Mengenal Batik dari Sisi Budaya hingga Peluang Bisnis
Salah satu hal yang menarik dalam pelatihan kali ini adalah keterlibatan Generasi Z dari sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di DIY. Kehadiran mereka menunjukkan adanya upaya regenerasi pelaku industri batik sejak usia muda.
Para peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teknis terkait proses membatik, perancangan motif, dan penggunaan pewarna alami. Mereka juga diajak memahami filosofi batik, nilai budaya yang terkandung di dalamnya, hingga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari industri batik di masa depan.
Dengan pendekatan tersebut, pelatihan diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian sekaligus pengembangan industri batik yang lebih modern dan inovatif.
BBSPJIKB Perkuat Kompetensi Industri Batik
Kepala BBSPJIKB, Zya Labiba, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi para pelaku industri batik melalui program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri serta didukung sertifikasi profesi yang terstandar.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri batik nasional di tengah perubahan tren pasar dan perkembangan teknologi.
Melalui pelatihan dan sertifikasi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak tenaga kerja terampil yang mampu menghasilkan karya batik berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.
Program ini juga menjadi bukti bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan kapasitas generasi muda sebagai motor penggerak industri kreatif masa depan. [aje]






