Pacitan (beritajatim.com) – Menjelang Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan terus menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pemeriksaan kesehatan hewan ternak, khususnya sapi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban tetap sehat dan layak, sekaligus mencegah penyebaran penyakit di tengah meningkatnya lalu lintas ternak antardaerah.
Data dari Bidang Peternakan DKPP Pacitan menyebutkan bahwa vaksinasi PMK telah berjalan sejak awal Januari 2026 dan terus dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah. Hingga akhir April, alokasi vaksin mencapai 35.000 dosis, dengan realisasi penyuntikan sekitar 16.000 dosis.
“Vaksinasi jalan terus sejak awal tahun. Ini bagian dari upaya pengendalian PMK agar tidak kembali merebak, apalagi menjelang Idul Adha,” ujar Sri Indriana, Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Pacitan, Rabu (6/5/2026).
Selain vaksinasi, DKPP juga meningkatkan kewaspadaan terhadap lalu lintas ternak. Hal ini mengingat posisi geografis Pacitan yang berbatasan langsung dengan beberapa daerah antarprovinsi, sehingga berpotensi menjadi jalur keluar-masuk hewan ternak.
Tak hanya itu, tim khusus juga telah dibentuk di tiap kecamatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, baik sebelum pemotongan (ante mortem) maupun setelah pemotongan (post mortem).
“Tim akan turun langsung melakukan pemeriksaan di lapangan untuk memastikan hewan kurban benar-benar sehat dan aman dikonsumsi,” jelasnya.
Di sisi lain, sosialisasi kepada peternak juga terus digencarkan. Petugas memberikan edukasi terkait pentingnya sanitasi kandang, perawatan ternak, serta langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan gejala penyakit.
Kondisi cuaca yang tidak menentu atau masa pancaroba juga menjadi perhatian tersendiri karena dapat memengaruhi kesehatan ternak dan meningkatkan risiko penyakit. (tri/kun)






