Makkah (beritajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan 56 unit bus hidrolik khusus untuk melayani jemaah disabilitas dan pengguna kursi roda pada musim haji 1447 H/2026 M.
Armada ini dioperasikan dengan sistem by order atau berdasarkan permintaan khusus, terutama bagi kelompok terbang (kloter) yang memiliki minimal lima jemaah pengguna kursi roda permanen untuk memfasilitasi pelaksanaan Umrah Wajib setibanya di Makkah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kebijakan ini diambil untuk memastikan pelayanan bagi jemaah kategori rentan dilakukan secara presisi dan manusiawi.
Berdasarkan data Pusdatin Kemenhaj, petugas mulai mengidentifikasi profil jemaah dari 12 kloter pertama yang dijadwalkan bergeser dari Madinah ke Makkah pada Kamis, 30 April 2026 besok.
Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menegaskan bahwa jemaah disabilitas tidak boleh dicampur dengan jemaah sehat saat mobilisasi Umrah Wajib.
“Kalau mereka punya setiap kloter itu minimal 5, itu sudah wajib order ini. Umrahnya pakai ini, nggak boleh dicampur sama jemaah yang sehat. Harus itu di treatment beda khusus,” jelas Syarif saat meninjau kesiapan armada di Rawahel Transport Company, Makkah.
Mekanisme Pemesanan dan Efektivitas Armada
Sistem operasional bus hidrolik sengaja tidak dibuat rutin seperti bus Shalawat pada umumnya. Selain karena kapasitas daya tampung yang lebih kecil, bodi bus yang lebih rendah (ceper) membuatnya lebih rentan mengalami kerusakan jika dipaksakan beroperasi terus-menerus di rute padat.
“Penggunaannya tidak setiap saat digunakan tapi by order. Soalnya kalau setiap saat digunakan tidak efektif karena daya tampungnya itu kurang dari 70,” jelas Syarif.
Ia menambahkan bahwa teknologi hidrolik pada bus ini memungkinkan kursi roda langsung didorong masuk ke dalam kabin tanpa jemaah harus diangkat secara manual.
Mekanisme pemesanan dilakukan secara berjenjang. Ketua kloter cukup melaporkan jumlah jemaah pengguna kursi roda kepada petugas transportasi di sektor masing-masing. Selanjutnya, petugas transportasi akan mengatur jadwal dan memesan unit bus sesuai waktu pelaksanaan umrah yang diinginkan jemaah.
Profiling Jemaah dan Kartu Kendali
Menjelang kedatangan gelombang pertama, bidang Lansia dan Disabilitas PPIH Arab Saudi telah diinstruksikan untuk melakukan profiling ketat. Hal ini dilakukan guna memetakan kebutuhan armada secara akurat di setiap hotel pemondokan jemaah.
“Saya sudah minta tadi sama seksi di lansia dan disabilitas itu untuk mengidentifikasi kita mulai dari tanggal 30, 12 kloter itu yang akan datang, pengguna kursi rodanya berapa,” tambahnya.
Selain dukungan armada, setiap jemaah disabilitas juga akan dibekali dengan dua “Kartu Kendali”. Kartu ini berfungsi sebagai identitas navigasi yang memuat informasi rute serta warna bus yang harus mereka tumpangi.
Penggunaan kartu ini bersifat wajib guna meminimalisir risiko jemaah tersesat atau salah menaiki armada saat kembali dari Masjidil Haram.
Penyediaan 56 unit bus hidrolik dari berbagai perusahaan transportasi seperti Rawahel dan Mawakib ini menjadi bukti komitmen Kemenhaj RI dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang inklusif.
Dengan perlakuan khusus ini, jemaah asal berbagai daerah, termasuk Jawa Timur yang memiliki proporsi lansia cukup tinggi, diharapkan dapat menjalankan rukun haji dengan lebih nyaman dan aman. [ian/MCH]






