Ringkasan Berita:
- Dinas PU SDA Jawa Timur telah menyelesaikan pembangunan spillway Sungai Tanggul di Jember lebih cepat dari jadwal.
- Infrastruktur tersebut akan mengairi sekitar 1.046 hektare lahan pertanian di Kabupaten Jember.
- Spillway juga berfungsi mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga kestabilan pasokan air irigasi.
- Tahun ini masih akan dilakukan pekerjaan lanjutan untuk memperkuat bangunan pelimpah.
Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur resmi merampungkan pembangunan infrastruktur pelimpah (spillway) Sungai Tanggul di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.
Pembangunan infrastruktur strategis tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan layanan irigasi dan pengendalian banjir di kawasan pertanian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU SDA Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, mengatakan pekerjaan pembangunan berhasil diselesaikan lebih cepat dari batas akhir perpanjangan waktu yang telah ditetapkan.
“Pekerjaan ini berhasil diserahterimakan pada tanggal 2 Juni 2026, lebih cepat dari batas akhir perpanjangan waktu yang ditetapkan pada 14 Juni 2026. Keberhasilan ini membuktikan komitmen Dinas PU SDA Jatim dalam memberikan layanan infrastruktur sumber daya air bagi masyarakat petani dan nelayan,” kata Nyoman, Selasa (16/6/2026).
Menurut Nyoman, pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari perbaikan bangunan pelimpah yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat tingginya debit banjir yang dipicu hujan deras dari wilayah hulu maupun kawasan sekitar.
Proses penyelesaian dilakukan melalui dua tahap perpanjangan waktu, yakni pemberian kesempatan pertama selama 50 hari kalender mulai 1 Januari hingga 19 Februari 2026, kemudian dilanjutkan kesempatan kedua selama 115 hari kalender pada 20 Februari hingga 14 Juni 2026.
Perpanjangan penyelesaian pekerjaan tersebut telah dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 12 Tahun 2021.
Nyoman menjelaskan, langkah tersebut memungkinkan seluruh struktur pelimpah diselesaikan sesuai spesifikasi teknis tanpa mengurangi kualitas konstruksi.
Meski pembangunan utama telah rampung, pada 2026 masih akan dilakukan pekerjaan lanjutan berupa perpanjangan perkuatan sayap hulu kanan serta restorasi bagian hilir pelimpah yang kini masih memasuki tahap perencanaan.
Pemerintah berharap seluruh pekerjaan lanjutan dapat mengoptimalkan fungsi bangunan sehingga kebutuhan air irigasi semakin terjamin.
Keberadaan spillway Sungai Tanggul diproyeksikan mampu mengairi sekitar 1.046 hektare lahan sawah produktif di Kabupaten Jember.
“Para petani kini dapat mengoptimalkan aliran Sungai Tanggul alur lama yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal untuk mendukung siklus tanamnya, dan saat ini masih dilaksanakan normalisasi dalam pemenuhan kebutuhan debitnya,” ujar Nyoman.
Selain meningkatkan layanan irigasi, infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir serta menjaga kestabilan debit air sepanjang musim.
Dengan pasokan air yang lebih terjamin, produktivitas pertanian di Kabupaten Jember diperkirakan akan meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Nyoman menegaskan pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
“Implementasi berkelanjutan ini sekaligus menjadi bukti nyata kesiapan Dinas PU SDA Jatim dalam menjaga kedaulatan pangan demi kemandirian ekonomi sektor pertanian masa depan,” pungkasnya. [tok/beq]






