Ringkasan Berita
- Pemkab Magetan mengevaluasi sistem keamanan usai pencurian tujuh laptop di lingkungan Setda.
- Aksi pencurian diduga terjadi pada Sabtu dini hari dan terekam kamera CCTV.
- Lima laptop yang hilang merupakan aset pemerintah, sedangkan dua lainnya milik pribadi pegawai.
- Polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan memburu pelaku.
Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) setelah kasus pencurian tujuh unit laptop terungkap pada awal pekan ini. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat pengamanan dan mencegah kejadian serupa terulang.
Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Magetan, Hendrawan Prastawa Adhi, mengatakan kasus pencurian pertama kali diketahui pada Senin (15/6/2026) ketika staf Bagian Hukum melaporkan kehilangan sebuah laptop yang disimpan di dalam laci meja kerja.
Saat dilakukan pengecekan melalui kamera pengawas (CCTV), pihak Setda menemukan adanya laporan kehilangan tambahan dari bagian lain.
“Saat kami melakukan pengecekan CCTV terkait laporan tersebut, ternyata ada laporan tambahan bahwa laptop yang hilang di Bagian Organisasi berjumlah tiga unit dan di Bagian Hukum sebanyak empat unit,” ujar Hendrawan.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diduga menjalankan aksinya pada Sabtu dini hari sekitar pukul 00.45 WIB. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Magetan Kota untuk dilakukan penyelidikan.
“Kami sudah melaporkan kejadian pencurian itu ke Polsek Magetan Kota. Kemarin rekan-rekan dari kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan beberapa saksi yang menjadi korban pencurian,” katanya.
Hendrawan menjelaskan, dari tujuh laptop yang hilang, lima unit merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Magetan, sedangkan dua unit lainnya adalah milik pribadi pegawai Bagian Hukum.
Pihaknya belum dapat memastikan data apa saja yang ikut hilang bersama perangkat tersebut. Namun, ia memperkirakan laptop-laptop itu menyimpan berbagai dokumen pekerjaan sesuai tugas masing-masing bagian.
“Untuk data yang hilang apa saja saya kurang tahu, tetapi pastinya ada data terkait pekerjaan di masing-masing bagian tersebut,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan telah meninjau langsung lokasi kejadian saat proses olah TKP berlangsung sekaligus memimpin evaluasi terhadap sistem pengamanan di lingkungan Setda.
Menurut Hendrawan, Sekda juga telah memberikan sejumlah arahan untuk meningkatkan keamanan kantor agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Pak Sekda sudah melihat langsung proses olah TKP dan melakukan evaluasi di tempat. Beliau juga sudah menyampaikan beberapa hal agar tingkat keamanan kantor di lingkup Sekretariat Daerah bisa lebih terjaga lagi,” katanya.
Selain mengevaluasi sistem pengamanan yang ada, Pemkab Magetan juga membuka opsi penambahan personel keamanan. Rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mengingat petugas keamanan di lingkungan Setda selama ini berasal dari instansi tersebut.
“Untuk penambahan personel keamanan masih perlu dirapatkan dengan Dinas Satpol PP, karena penjaga kantor Sekretariat Daerah adalah rekan-rekan dari Satpol PP,” pungkas Hendrawan.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian serta menelusuri keberadaan tujuh laptop yang hilang dari lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan. [fiq/beq]






