Madinah (beritajatim.com) – Sebanyak 28.004 jemaah haji Indonesia dari 72 kelompok terbang (kloter) resmi mendarat di Madinah hingga Minggu (26/4/2026) pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Arus kedatangan gelombang pertama ini mencatat kehadiran 5.655 jemaah lanjut usia (lansia) yang mendapatkan prioritas layanan khusus guna menjamin keamanan dan kenyamanan selama proses transisi dari bandara menuju pemondokan.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, aktivitas di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) terpantau sangat sibuk namun tetap terkendali. Hari ini, sejumlah kloter dari embarkasi besar dijadwalkan tiba secara maraton, termasuk rombongan jemaah asal Jawa Timur.
Berdasarkan jadwal penerbangan, Embarkasi Surabaya (SUB) dengan nomor penerbangan SV 5335 dijadwalkan menyentuh landasan pacu pada pukul 14.30 WAS. Rombongan ini membawa 376 jemaah, dengan 82 di antaranya masuk kategori lansia. Sebelumnya, Embarkasi Batam (BTH) tiba pukul 12.35 WAS, disusul Solo (SOC) pukul 13.00 WAS, dan Yogyakarta (YIA) pada pukul 13.45 WAS.
Strategi Pengelompokan Sejak Turun Pesawat
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menegaskan bahwa kecepatan distribusi jemaah menuju hotel sangat bergantung pada ketertiban rombongan sejak keluar dari pintu pesawat. Strategi pengelompokan dini dilakukan agar proses pemindaian visa dan mobilisasi jemaah ke dalam bus tidak mengalami hambatan teknis.
“Pengelompokan sejak awal menjadi kunci untuk mempercepat proses distribusi dan penempatan jemaah ke dalam bus menuju hotel,” ujar Abdul Basir di Madinah.
Basir juga mengingatkan bahwa durasi layanan di Bandara Madinah, terutama bagi kloter yang menggunakan fasilitas jalur cepat (fast track), memiliki batas waktu yang sangat ketat. Oleh karena itu, koordinasi antara petugas kloter dan petugas sektor di bandara harus berjalan sinkron demi memastikan alur pergerakan tetap cepat tanpa mengurangi kenyamanan fisik jemaah.
Prioritas Layanan Jemaah Lansia
Mengingat jumlah jemaah lansia yang telah melampaui angka 5.000 orang dalam enam hari operasional, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat sistem pengawalan di setiap titik krusial. Petugas diminta memastikan jemaah risiko tinggi (risti) segera mendapatkan bantuan kursi roda serta jalur prioritas saat pemeriksaan dokumen imigrasi.
“Kami minta seluruh petugas memastikan alur pergerakan jemaah berlangsung cepat, tertib, dan terkoordinasi dengan baik, sehingga pelayanan tetap optimal,” tambah Basir.
Seluruh jemaah yang tiba hari ini akan langsung dimobilisasi menuju hotel pemondokan masing-masing di Madinah untuk memulai rangkaian ibadah Arbain di Masjid Nabawi. Pihak Daker Bandara terus mengimbau jemaah agar menjaga stamina dengan rutin mengonsumsi air putih dan selalu mengikuti instruksi resmi petugas guna kelancaran ibadah di Tanah Suci. [ian/but]






