Jombang (beritajatim.com) – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, harapan besar datang dari kalangan alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.
Mereka berharap bahwa forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut dapat memperkuat persatuan dan membawa NU kembali pada khittah perjuangannya.
Harapan ini disampaikan oleh Ketua Umum Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete), Prof. Dr. KH Masykuri Bakrie, di sela-sela Musyawarah Nasional (Munas) IKAPETE yang digelar di lingkungan Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, pada Sabtu (18/4/2026).
Masykuri menegaskan bahwa Munas Ikapete tidak mengeluarkan rekomendasi khusus terkait Muktamar NU. Namun, ia menekankan pentingnya mengembalikan arah organisasi sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh pendiri NU, Hadratussyech KH. Hasyim Asy’ari.
Menurut Masykuri, semangat persatuan dan kesatuan harus menjadi landasan utama dalam proses Muktamar mendatang. Ia juga mengingatkan agar dinamika pemilihan tidak diwarnai dengan praktik politik uang.
“Persatuan adalah kunci. Alumni Tebuireng berkomitmen menjaga itu, sekaligus mendorong agar proses muktamar berjalan tanpa praktik money politic,” ujarnya.
Menjelang Muktamar NU 2026, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Salah satu yang mendapat perhatian adalah Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin.
Prof. Masykuri menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa NU kembali ke jalur perjuangan atau khittah. Ia juga menambahkan, jika Gus Kikin mendapat amanah dari muktamar, alumni Tebuireng siap memberikan dukungan penuh.
“Kalau memang ada harapan dari PW dan PC NU se-Indonesia agar Gus Kikin memimpin PBNU, tentu kami dari Ikapete akan mendukung dengan penuh rasa syukur,” tuturnya.
Gus Kikin sendiri menyatakan kesiapannya jika didorong untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Menurutnya, dorongan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan. “Kalau memang didorong dan dianggap mampu, saya siap. Ini bukan soal keinginan pribadi, tapi lebih pada kewajiban jika memang dipercaya,” ucapnya.
Dengan berbagai dinamika yang berkembang, Muktamar NU 2026 diharapkan dapat menjadi titik balik dalam memperkuat persatuan umat dan memperkokoh posisi NU sebagai organisasi yang terus berjuang di jalur yang benar, sesuai dengan amanah para pendiri. [suf]






