Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat ketahanan siber pada sektor industri dan rantai pasok teknologi nasional.
Kolaborasi ini tertuang lewat penandatanganan nota kesepahaman di Kampus Kalijudan UKWMS, Selasa (14/4/2026). Kerja sama tersebut menitikberatkan pada riset bersama terkait risiko sistemik dan tata kelola keamanan digital.
Direktur Kebijakan Tata Kelola Keamanan Siber dan Sandi BSSN Agus Prasetyo menjelaskan bahwa kemitraan ini membuka peluang pengembangan yang adaptif. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan serta regulasi keamanan.
“Selain itu, kami juga membuka peluang pengembangan kerja sama lanjutan yang adaptif sesuai kebutuhan dan regulasi yang berlaku,” ujar Agus dikutip Kamis (16/4/2026).
Selain riset, tenaga ahli BSSN akan terlibat langsung dalam kegiatan akademik sebagai dosen tamu maupun praktisi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan literasi keamanan digital di lingkungan kampus.
“Kerja sama ini menyasar penguatan resiliensi supply chain berbasis analisis interdependensi untuk menjaga kedaulatan digital,” tambah Agus.
Sebelum seremoni penandatanganan, kedua pihak menggelar focus group discussion. Agenda itu memetakan kerentanan infrastruktur informasi pada sektor industri untuk meminimalisir celah serangan pada sistem informasi perusahaan.
Dekan Fakultas Teknik UKWMS Prof. Felycia Edi Soetaredjo menilai sinergi antara akademisi dan regulator merupakan langkah nyata. Fakultas Teknik berkomitmen mencetak lulusan yang siap menjaga kedaulatan data negara.
“Kerja sama ini adalah langkah nyata dalam mensinergikan dunia akademik dengan regulator,” ungkap Felycia.
Ia berharap kolaborasi tersebut memberikan pengaruh luas bagi pengembangan teknologi di industri. Penandatanganan dokumen ini disaksikan langsung oleh Rektor UKWMS apt. Sumi Wijaya.
“Kami berharap kolaborasi Fakultas Teknik dengan BSSN dapat berjalan lancar dan memberi dampak bagi kedaulatan data,” tandas Felycia. [ipl/beq]






