Surabaya (beritajatim.com)- Pernah merasakan jempol kaki berdenyut sakit sampai sulit memakai sepatu? Kondisi ini sering disebut cantengan, yaitu ketika ujung kuku tumbuh masuk ke dalam kulit di sekitarnya.
Rasa sakitnya tidak hanya mengganggu, tapi juga bisa membuat aktivitas sehari-hari jadi tidak nyaman karena muncul nyeri, kemerahan, dan bengkak.
Penyebab cantengan sering kali berasal dari kebiasaan sepele, seperti cara memotong kuku yang salah. Memotong kuku terlalu pendek atau membentuknya melengkung di bagian sudut bisa membuat kuku tumbuh ke dalam kulit. Selain itu, penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau benturan pada jari juga dapat memicu kondisi ini.
Cantengan tidak boleh anda anggap sepele, terutama bagi anda yang memiliki diabetes atau gangguan peredaran darah. Pada kondisi ini, luka kecil bisa berkembang menjadi infeksi serius. Oleh karena itu, pemeriksaan kaki secara rutin sangat penting dilakukan.
Jika cantengan masih ringan dan belum bernanah, anda bisa mencoba perawatan di rumah. Salah satu cara yang mudah adalah dengan merendam kaki dalam air hangat yang dicampur garam atau sabun lembut selama 15-20 menit, sebanyak 2-3 kali sehari. Cara ini membantu mengurangi bengkak.
Setelah direndam, pinggiran kuku bisa diangkat perlahan menggunakan kapas steril atau benang gigi (dental floss). Tujuannya agar kuku tidak lagi menusuk kulit dan bisa tumbuh dengan normal. Jangan lupa untuk mengoleskan antiseptik atau salep antibiotik agar area tetap bersih.
Selama proses penyembuhan, sebaiknya anda menggunakan sandal atau sepatu yang terbuka agar jempol tidak tertekan dan tetap mendapat sirkulasi udara yang baik.
Segera periksa ke dokter jika muncul tanda infeksi seperti nanah, demam, atau kemerahan yang semakin luas. Hindari melakukan operasi sendiri dengan memotong kuku yang masuk ke dalam kulit menggunakan alat tidak steril atau bahkan meletuskan gelembung nanahnya, karena tindakan tersebut dapat memperparah infeksi.
Untuk mencegah cantengan datang kembali, biasakan memotong kuku lurus, tidak mengikuti bentuk lengkungan jari. Selain itu, pilihlah sepatu yang nyaman dan tidak sempit agar jari-jari bisa bergerak dengan bebas. [Wakhdah Alisa Berliana]






