Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Surabaya tengah mematangkan rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (rusunami) yang ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027.
Proyek hunian ini akan dibangun di tiga lokasi strategis, yakni Tambak Wedi, Rungkut, dan Ngagel. Untuk lokasi di Ngagel, lahan yang digunakan merupakan bekas area pabrik karung.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebutkan dua lokasi yang sudah pasti adalah Tambak Wedi dan Rungkut, sementara satu lokasi tambahan direncanakan berada di Ngagel.
“Jadi, yang pasti itu ada di Tambak Wedi sama Rungkut. Tapi rencana satu lagi di Ngagel, tempatnya di eks pabrik karung,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Eri menjelaskan, rusunami ini dirancang khusus untuk pasangan muda, terutama dari generasi Z. Namun, terdapat sejumlah persyaratan bagi calon pembeli, salah satunya memiliki penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR).
“Syarat pertama, calon pembeli belum pernah memiliki rumah. Kedua, rusunami ini memang untuk pasangan muda dengan penghasilan setara UMR. Ketiga, unit tidak boleh diperjualbelikan,” jelasnya.
Untuk meringankan beban finansial pasangan muda, Pemkot Surabaya juga menyiapkan skema cicilan jangka panjang hingga 20 tahun. Harga unit dipatok terjangkau, yakni di bawah Rp500 juta, dengan kisaran mulai Rp100 juta hingga Rp200 juta.
Selain itu, guna memaksimalkan penggunaan lahan, setiap lokasi rusunami akan dibangun dengan konsep menara atau tower.
“Lahannya besar-besar, jadi kita gunakan konsep tower,” pungkasnya. (rma/but)






