Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) masih menunggu arahan pusat terkait rencana pemberlakuan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Rektor Unair, Muhammad Madyan, mengaku pihaknya masih menunggu regulasi resmi dari kementerian terkait. Penyesuaian skema kerja di lingkungan kampus akan sepenuhnya mengacu pada arahan pemerintah.
“Nanti kita tunggu secara lengkapnya itu kebijakan dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi seperti apa,” kata Madyan, Selasa (31/3/2026).
Kebijakan internal kampus, baik untuk tenaga kependidikan maupun proses perkuliahan, segera diputuskan setelah aturan kementerian terbit. Unair berkomitmen mengikuti ketetapan pusat dalam menghadapi dampak situasi global saat ini.
“Kita akan ikut saja, seperti itu,” ujar Madyan.
Wacana WFH ini bergulir sebagai respons atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam stabilitas geopolitik. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menyebut kebijakan itu kemungkinan berlaku pekan depan.
Pemerintah saat ini mematangkan opsi hari pelaksanaan bekerja dari rumah tersebut. Bima menegaskan skema ini tetap mewajibkan seluruh pegawai memberikan hasil kerja nyata dan tidak menghambat layanan masyarakat. [ipl/but]






