Jombang (beritajatim.com) – Dua petani asal Jombang menjadi korban sambaran petir saat mengangkut gabah di Dusun Ngemprak, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kejadian tragis ini menimpa Jhoni (40), warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, yang meninggal di tempat, serta Slamet (50), warga Dusun Tambakberjo, Desa Kedungbetik, yang mengalami luka-luka.
Kapolsek Kesamben, AKP Niswan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di area persawahan milik Sholikin (52) di Dukuh Guyangan, Dusun Ngemprak. “Satu orang meninggal dan satu luka-luka akibat tersambar petir,” kata Niswan.
Kejadian bermula ketika korban bersama dengan 12 petani lainnya tengah bekerja memanen padi di sawah. Sekitar pukul 14.00 WIB, cuaca hujan deras memaksa para petani berteduh di rumah penduduk. Setelah hujan reda sekitar pukul 14.45 WIB, mereka melanjutkan aktivitas mengangkut padi menuju mesin perontok yang terletak di pinggir jalan.
Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca kembali buruk dengan hujan lebat disertai kilatan petir. Saat itu, petani sedang mengangkut padi, dan tiba-tiba Jhoni dan Slamet tersambar petir. Jhoni jatuh ke sawah dan meninggal dunia di tempat, sementara Slamet yang terluka segera dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan medis.
Para teman korban yang berada di lokasi langsung berusaha memberikan pertolongan, namun sayangnya, nyawa Jhoni tidak dapat diselamatkan. “Tidak ada bekas kekerasan pada tubuh korban. Artinya, korban meninggal akibat tersambar petir,” pungkas Niswan. [suf]






