Gresik (beritajatim.com) – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai pemberangkatan ratusan pemudik dari Gresik dalam program “Mudik Aman Berbagi Harapan 2026” yang digelar Pupuk Indonesia Grup. Sebanyak 200 pemudik diberangkatkan menuju lima rute berbeda di Jawa Timur, menjadi bagian dari total 1.559 peserta yang dilepas secara serentak dari berbagai wilayah di Indonesia.
Program ini bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan juga simbol kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Peserta mudik tahun ini berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Lhokseumawe, Palembang, Cikampek, Gresik, hingga Bontang. Mereka terdiri dari masyarakat sekitar perusahaan, termasuk karyawan beserta keluarganya.
Di Gresik, momen pemberangkatan terasa semakin istimewa dengan kehadiran Dirut Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, yang secara langsung melepas para pemudik. Sebanyak lima bus disiapkan untuk mengantarkan peserta menuju lima rute utama, yakni Malang-Blitar,Jombang-Nganjuk-Madiu. Kemudian Lamongan-Babat-Tuban, Bojonegoro-Ngawi. Serta Kediri-Tulungagung.
Menurut Daconi, program mudik gratis ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan bagi masyarakat sekitar. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dengan jumlah peserta yang konsisten.
“Program ini merupakan wujud kontribusi perusahaan kepada masyarakat sekitar,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Meski jumlah peserta tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, harapan besar tetap disematkan untuk masa depan. Daconi berharap jumlah pemudik yang dapat difasilitasi akan terus meningkat seiring dengan perkembangan perusahaan.
“Semoga tahun depan semakin banyak pemudik yang dapat diberangkatkan, tentunya sejalan dengan kemajuan perusahaan kita,” tandasnya.
Daconi menambahkan, perjalanan jauh saat mudik kerap membuat pengendara kelelahan dan mengantuk, yang berisiko tinggi terhadap keselamatan. Untuk itu, program ini menjadi solusi nyata untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Kita tahu selama momen mudik, kepadatan volume kendaraan hampir terjadi di semua daerah. Hal ini biasanya memicu terjadinya kecelakaan. Dengan banyaknya program mudik gratis, diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan sekaligus menekan angka kecelakaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Misrianto (50) warga ring satu asal Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik menuturkan, dirinya mengapresiasi adanya mudik gratis kali ini. Bersama istri dan dua anaknya pulang ke kampung ke Ngawi.
“Saya sebelumnya diberitahu tetangga yang kebetulan karyawan Petrokimia Gresik ada mudik gratis. Kemudian didaftarkan prosesnya pun cepat,” ungkapnya.
Mudik gratis kali ini juga memiliki dampak strategis dalam mengurangi kepadatan lalu lintas selama musim mudik. Dengan berkurangnya jumlah kendaraan pribadi di jalan, potensi kemacetan dan kecelakaan pun diharapkan dapat ditekan. [dny/ian]






