Ernando Ari Sutaryadi mengalami mimpi buruk di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/3/2026). Pertama kalinya musim ini, gawangnya kebobolan lima gol. Ini jumlah gol terbanyak yang bersarang di gawang Persebaya sejak kembali ke level teratas Liga Indonesia pada 2018.
Sebelumnya, gawang Persebaya paling banyak kebobolan empat gol dalam enam pertandingan, yakni saat melawan Persik Kediri (0-4) pada 27 Oktober 2023, Bali United (0-4), pada 18 Februari 2023, Arema (0-4) pada 15 Agustus 2019, Persib (1-4) pada 19 Oktober 2019, Persib (3-4) pada 26 Juli 2018, dan PSMS (0-4) pada 1 Desember 2018.
Semua pertandingan tersebut adalah laga tandang, kecuali saat Persebaya kalah 3-4 dari Persib di Stadion Gelora Bung Tomo.
Sebenarnya jumlah gol yang bersarang bisa lebih besar jika melihat statistik yang dilansir situs resmi Persebaya. Borneo FC tak hanya menguasai 67 persen pertandingan, namun juga melepaskan 10 tembakan akurat dari 19 percobaan. Bandingkan dengan Persebaya yang hanya melepaskan empat tembakan tepat sasaran dari 13 kali percobaan.
Di hadapan 8.181 penonton, Juan Felipe Villa membuka pesta gol tuan rumah pada menit 15. Dia menambah keunggulan pada menit 59 melalui tendangan bebas langsung.
Tiga menit kemudian, giliran Mariano Peralta membuat Ernando memungut bola dari gawangnya. Tak puas, Koldo Obieta memperbesar kemenangan pada menit 68.
Bek Persebaya Leo Lelis berhasil menipiskan ketertinggalan pada menit 73. Namun Marcos Astina kembali memperlebar jarak angka di papan skor pada menit 90+3.
Kekalahan telak tak ubahnya daun kering yang mudah dibakar. Tinggal siapa yang menyulut. Dalam situasi ini, penjaga gawang berada pada posisi paling tidak nyaman. Sejarah sepak bola dunia sering kali tak adil bagi mereka yang berdiri di garis pertananan terakhir. Jarang yang mengenang penyelamatan fantastis. Lebih banyak yang mengingat kesalahan sepele kiper yang berujung gol.
Namun malam itu, berkat Ernando, Persebaya tak kebobolan lebih banyak. Dia mencatatkan lima penyelamatan penting. Di tengah buruknya performa semua lini Persebaya, dia harus bekerja keras agar timnya tak mencatatkan rekor kekalahan terburuk di liga.
Musim ini dalam 23 pertandingan, Ernando telah melakukan 82 kali penyelamatan (75,2 persen) atau terbanyak keempat di liga. Tak heran jika kemudian tim nasional memanggilnya.
Tingginya tingkat penyelamatan yang dilakukan kiper berusia 24 tahun ini tak hanya menunjukkan kecekatan dan refleks yang bagus. Ini juga menjadi sinyal buruknya pertahanan Persebaya.
Dalam 25 kali pertandingan, Persebaya sudah kebobolan 30 gol. Bandingkan dengan musim 2024-25 yang kebobolan 38 gol dalam 34 pertandingan. Lemahnya pertahanan ikut andil dalam sulitnya Persebaya menembus empat besar.
Tugas Bernardo Tavares memang berat di sisa sembilan pertandingan musim ini. Tak hanya memperbaiki lini pertahanan, lini depan pun juga perlu digenjot agar lebih produktif. Hanya menghasilkan 37 gol dalam 25 pertandingan jelas tidak ideal.
Jeda waktu tiga pekan tentu harus dimaksimalkan. “Sekarang bukan waktunya untuk terus menyesali hasil,” kata sang kapten Bruno Moreira. [wir]






