Jember (beritajatim.com) – Imam Hidayat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, percaya pemerataan di kawasan selatan akan mendorong Jember menjadi kekuatan ekonomi baru.
“Ketika program pengembangan kawasan selatan di Jember ini berjalan, jangan lupa membuat simpul-simpul pertumbuhan ekonomi baru di sana,” kata Imam, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2027, di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (9/3/2026).
Potensi pertanian, perikanan, perkebunan di Jember sudah tidak diragukan lagi. Sementara untuk sektor pariwisata, Imam menyebut sepanjang wilayah selatan dianugerahi pegunungan dan pantai yang luar biasa indah.
“Tinggal bagaimana kemudian mensinergikan itu semua dengan seluruh pemangku kepentingan yang ada. Tentunya ini menjadi salah satu kunci bagaimana Jember membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. pada masa-masa yang akan datang,” kata mantan penjabat Bupati Jember ini.
Kuncinya ada pada percepatan pembangunan jalan lintas Pantai Selatan, Jawa Timur. “Hal yang luar biasa seandainya tersambung konektivitas antara Banyuwangi sampai Pacitan. Bahkan mungkin jalur di wilayah Jawa Tengah dan Jogja yang sudah terbangun duluan, menjadi suatu dorongan ekonomi yang luar biasa,” katab Imam.
“Kemudian preservasi jalan ruas Jember-Banyuwangi, Jember-Bondowoso-Situbondo, dan Jember-Lumajang, karena ini adalah jalur-jalur ekonomi yang cukup penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi,” kata Imam.
Ketika jalur lintas selatan selesai digarap, Imam percaya, Pemkab Jember bisa melihat program dan kegiatan yang bisa dilakukan di sana untuk mendapatkan manfaat penuh. Dia yakin Pemkab Jember sudah membuat skema-skema dan rancangan untuk itu.
“Selanjutnya adalah penguatan jalan daerah untuk menunjang hilirisasi komoditas unggulan. Komoditas unggulan di sekitar tidak hanya Jember, tapi Tapal Kuda serta sentra-sentra industri dan pertanian,” kata Imam.
Penguatan jalan di daerah, menurut Imam, diperlukan untuk meningkatkan konektivitas menuju dan dari pusat kegiatan kawasan peruntukan industri dan pergudangan, maupun simpul transportasi dan kawasan strategis.
Imam menyarankan Pemkab Jember untuk merencanakan simpul dan layanan transportasi publik di internal kawasan perkotaan. “Karena Jember sudah hampir menjadi kota metropolitan, maka yang namanya angkutan umum yang nyaman, cepat, tepat sudah mulai dirancang,” katanya.
“Kita tahu di sekitar Kota Jember, tumbuh bangkitan dan tarikan yang luar biasa. Maka sudah mulai harus dirancang bagaimana dari dan ke-nya, bagaimana kenyamanan, kecepatan, dan ketepatan angkutan melayani semua sentra yang cukup strategis,” kata Imam.
Pemkab Jember juga harus mulai menyusun rencana induk penataan kawasan perkotaan dan rencana tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu. “Kemudian pemenuhan layanan dasar, air minum, penanganan limbah dan penyediaan ruang terbuka hijau,” kata Imam.
Kelak Jember akan menjadi daerah bangkitan industri. Maka, menurut Imam, perlu ada pembangunan rumah bersanitasi baik bagi pekerja. “Sarana prasarana sosial harus betul-betul disediakan, perumahan murah, perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan lain sebagainya,” katanya.
Namun, Imam mengingatkan, penataan kota Jember ini juga harus mengantisipasi potensi bencana. Pembangunan perkotaan Jember tidak boleh mengabaikan kemungkinan terjadinya bencana alam.
“Kita tahu akhir-akhir ini bencana hidrometrologi luar biasa. Alhamdulillah di Jawa Timur, prevalensinya agak lebih turun dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tapi tidak kemudian kita abai,” kata Imam.
Imam meminta daya dukung lingkungan dipetakan dengan baik. “Karena sekali salah melakukan, maka dampaknya tidak hanya satu dua tahun, tapi jangka panjang lima tahun ke depa, sepuluh tahun ke depan. Ini betul-betul harus dirumuskan dengan baik,” katanya. [wir]






