Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan arah percepatan pembangunan daerah melalui pemaparan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan gambaran kinerja tahun pertama kepemimpinannya yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor strategis.
Penyampaian LKPJ ini menjadi penanda awal konsolidasi program pembangunan berbasis visi “Dengan Cinta Wujudkan Jember Baru yang Lebih Sejahtera dan Maju”. Tahun 2025 diposisikan sebagai fondasi penting untuk mendorong lompatan pembangunan pada periode berikutnya.
Muhammad Fawait menyampaikan bahwa LKPJ bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud komitmen akuntabilitas pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan berjalan efektif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, kinerja APBD Jember menunjukkan stabilitas. Pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp4,40 triliun terealisasi Rp4,33 triliun atau mencapai 98,27 persen. Pendapatan ini ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah serta dana perimbangan yang bahkan melampaui target.
Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar Rp4,24 triliun atau 85,51 persen dari rencana anggaran. Komponen belanja operasi menjadi penyumbang terbesar, diikuti belanja modal dan transfer. Adapun pembiayaan daerah terealisasi secara penuh sesuai target sebesar Rp561,19 miliar.
Kinerja fiskal ini menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan anggaran sekaligus memastikan pembiayaan program prioritas tetap berjalan.
Di sektor ekonomi makro, Jember mencatat inflasi sebesar 2,77 persen sepanjang 2025. Angka ini masih berada dalam rentang sasaran nasional dan lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi provinsi maupun nasional. Stabilitas harga ini tidak lepas dari peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang mengoptimalkan strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, distribusi, dan komunikasi.
Di sisi lain, investasi menjadi motor penggerak utama perekonomian. Nilai investasi melonjak hingga Rp2,57 triliun, meningkat 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini melampaui target RPJMD dengan realisasi mencapai 139 persen.
Investasi tersebut berasal dari 457 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja hampir 10 ribu orang. Sektor tersier mendominasi kontribusi investasi, disusul sektor sekunder dan primer. Lima sektor utama meliputi perumahan dan kawasan industri, industri makanan, kimia dan farmasi, mineral nonlogam, serta perdagangan.
Lonjakan investasi ini memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Dalam indikator kesejahteraan, angka kemiskinan Jember berhasil ditekan menjadi 8,67 persen atau 216.760 jiwa. Angka ini menjadi yang terendah dalam satu dekade terakhir dan berada di bawah rata-rata provinsi.
Penurunan ini didorong oleh program terpadu lintas perangkat daerah yang menyasar hampir dua juta individu melalui puluhan kegiatan terintegrasi.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 71,57 dari sebelumnya 69,20. Peningkatan ini didukung oleh perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.
Program kesehatan berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi serta menurunkan prevalensi stunting menjadi 20,1 persen. Cakupan jaminan kesehatan nasional juga mencapai 99,46 persen, memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Di bidang pendidikan, peningkatan akses dan kualitas pembelajaran turut mendorong kenaikan indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah.
Pertumbuhan ekonomi Jember pada 2025 mencapai 5,47 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Angka ini melampaui capaian provinsi maupun nasional.
Kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto masih berasal dari sektor pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan. Kinerja ini menunjukkan struktur ekonomi Jember yang tetap kuat dengan dukungan sektor riil.
Selain itu, indeks gini tercatat sebesar 0,368, lebih baik dibandingkan nasional dan provinsi, menandakan tingkat ketimpangan yang relatif terkendali.
Indeks Reformasi Birokrasi Jember pada 2025 masuk kategori A atau memuaskan. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan tata kelola pemerintahan, pengadaan, serta pelayanan publik.
Sementara itu, indeks infrastruktur mencapai 53,40 dengan peningkatan pada sektor perumahan, perhubungan, dan pekerjaan umum. Perbaikan jalan, jembatan, irigasi, serta akses sanitasi menjadi indikator penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Di bidang lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup naik signifikan menjadi 75,09. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan program pengelolaan lingkungan berbasis kualitas air, udara, dan lahan.
Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,07 persen. Penurunan ini sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan sektor ekonomi.
Program pelatihan kerja, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan investasi menjadi faktor utama yang mendorong penurunan pengangguran.
Di sektor pariwisata, kinerja Jember menunjukkan akselerasi signifikan. Jumlah kunjungan wisatawan mencapai 1,8 juta orang, meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan asli daerah dari sektor ini juga mengalami kenaikan.
Pertumbuhan pariwisata didukung oleh pembukaan rute penerbangan langsung, pengembangan desa wisata, serta penguatan industri kreatif.
Sepanjang 2025, pemerintah daerah menjalankan berbagai program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat. Program beasiswa menjangkau lebih dari 7 ribu mahasiswa, sementara bantuan untuk petani, nelayan, dan UMKM diperluas melalui berbagai intervensi.
Di bidang sosial, bantuan langsung tunai diberikan kepada puluhan ribu warga, termasuk kelompok rentan. Program pembangunan desa dan kelurahan juga terus diperkuat melalui penyaluran dana desa dan alokasi dana kelurahan.
Peningkatan layanan kesehatan dilakukan melalui pengobatan gratis dan perluasan cakupan jaminan kesehatan. Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan, penerangan, serta revitalisasi sekolah menjadi fokus utama.
Sementara itu, sektor pelayanan publik diperkuat melalui inovasi digital dan peningkatan kualitas administrasi kependudukan.
Pemaparan LKPJ 2025 menegaskan bahwa Kabupaten Jember berada pada jalur percepatan pembangunan. Capaian di berbagai sektor menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan agenda pembangunan yang lebih progresif.
Muhammad Fawait menempatkan tahun pertama kepemimpinannya sebagai momentum konsolidasi sekaligus akselerasi menuju target jangka menengah. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, arah pembangunan Jember diproyeksikan terus bergerak menuju level yang lebih tinggi.
Kinerja yang tercermin dalam LKPJ ini menjadi indikator bahwa strategi pembangunan yang dijalankan mulai menunjukkan hasil nyata, sekaligus membuka ruang penguatan kebijakan di masa mendatang. [kun]






