Surabaya (beritajatim.com)– Lebih dari sekedar camilan manis berbuka, buah kurma menjadi simbol ketahanan dan kesehatan dalam budaya Timur Tengah serta Tradisi Islam.
Dalam tradisi Islam, kurma Ajwa dari Madinah menjadi kurma dengan kasta tertinggi karena memiliki sejarah dan bentuk yang khas. Kurma Ajwa sering disebut sebagai “buah surga” dan
dipercaya dapat memberikan perlindungan istimewa bagi mereka yang mengkonsumsinya secara rutin.
Dalam ajaran Islam, berbuka puasa sangat dianjurkan mengawalinya dengan memakan kurma terlebih dahulu karena merupakan Sunah Nabi Muhammad SAW.
Tidak hanya langsung memakan kurma, urutannya pun perlu diperhatikan, misalnya memilih kurma basah jika ada,
namun jika tidak ada, bisa memilih kurma kering. Jika keduanya tidak ada, minum air putih menjadi pilihan.
Kebiasaan ini mengajarkan kita tentang pentingnya kerendahan hati dan
kesederhanaan. Secara kesehatan, buah kurma menjadi sumber energi yang pas untuk mengembalikan stamina setelah berjam-jam menahan lapar dan haus. Kandungan gula alami dalam kurma
bisa langsung mengembalikan kadar energi kita yang turun tanpa membuat lonjakan gula darah yang berlebih karena seratnya.
Uniknya lagi, ada tradisi tersendiri saat menikmati kurma yang dianjurkan dalam agama islam, yaitu dengan memakan kurma dalam jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh buah.
Tradisi berbuka dengan kurma juga sering dipadukan dengan beberapa bahan lain untuk menambah manfaatnya. Di beberapa tempat, kurma disajikan bersama dengan susu untuk memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Ada juga yang mengatakan untuk memadukan
kurma dengan timun.
Tujuannya adalah untuk memberikan rasa dingin dan menyeimbangkan sifat kurma yang memberikan rasa panas dalam tubuh.
Di dalam Al-Qur'an kurma secara eksplisit dikenal sebagai buah yang suci dan diberkati.
Salah satu kisah yang paling menonjol adalah kisah ketika Allah SWT memberikan petunjuk kepada Maryam AS untuk memakan kurma sebagai sumber kekuatannya saat menjalani persalinan. Hal tersebut menunjukkan jika buah kurma memilih kisah sejarah yang penuh
makna dan luar biasa.
Nabi Muhammad SAW menganggap kurma sebagai salah satu makanan favorit. Oleh karena itu, jika kalian memiliki kurma berlebih, bagikanlah buah kurma itu ke masjid atau kepada orang-orang di jalan sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur atas rezeki yang kalian
peroleh. [Wakhdah Alisa Berliana]






