Gresik (beritajatim.com) – Kabar baik bagi ribuan petani tambak di Kabupaten Gresik. Setelah sempat dicabut dalam beberapa tahun terakhir, subsidi pupuk untuk sektor budidaya perikanan resmi kembali dialokasikan pada tahun 2026.
Kepastian ini disampaikan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Gresik, Senin (23/02).
Kembalinya pupuk subsidi menjadi angin segar bagi lebih dari 20 ribu pembudidaya yang mengelola lahan tambak seluas 28.653,27 hektare. Luasan tersebut terdiri dari 15.601,26 hektare tambak payau dan 13.052,01 hektare tambak air tawar yang tersebar di 16 kecamatan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pencabutan subsidi pupuk beberapa tahun terakhir berdampak besar terhadap produktivitas tambak, khususnya komoditas bandeng.
“Beberapa tahun belakangan ini kami mengalami kegelisahan. Saat pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” katanya.
Sebagai salah satu lumbung perikanan nasional, produksi perikanan budidaya Gresik pada 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai produksi sebesar Rp3,54 triliun. Khusus bandeng, produksi diperkirakan mencapai 90.000 ton per tahun dengan perputaran ekonomi hampir Rp900 miliar jika harga rata-rata Rp10.000 per kilogram.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menyampaikan bahwa kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan telah resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional melalui Panja Pupuk.
“Tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami fokus pada pembenahan data agar distribusi tepat sasaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (persero) Dwi Satriyo Annurogo, memastikan sistem distribusi pupuk kini telah terdigitalisasi penuh.
“Setiap penebusan pupuk di kios langsung tercatat dan terhubung secara real-time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok aman,” ujarnya.
Secara nasional, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan hampir Rp300 miliar untuk mendukung pupuk budidaya perikanan pada 2026.
Rincian Kuota Pupuk Subsidi Gresik 2026
Untuk Kabupaten Gresik, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 meliputi Urea
4.721 ton, SP36 4.598 ton, dan pupuk organik 506 ton
Total ribuan ton pupuk tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan produktivitas tambak dan meningkatkan kesejahteraan 20.279 pembudidaya, yang terdiri dari 15.729 pemilik tambak dan 4.550 pandega.
Meski subsidi pupuk kembali tersedia, petani tambak berharap ada perhatian pada stabilitas harga. Hal ini ditegaskan oleh Sholiq. Salah satu petani tambak asal Desa Betoyo Guci, Kecamatan Manyar. Dirinya mengingatkan potensi anjloknya harga bandeng saat panen raya.
“Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilogram. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” paparnya.
Dengan cairnya subsidi pupuk perikanan 2026, ribuan hektare tambak di Kabupaten Gresik dipastikan kembali bergairah. Pemerintah daerah pun optimistis sektor perikanan akan semakin kokoh sebagai penggerak ekonomi rakyat dan ketahanan pangan nasional. [dny/ian]






