Banyuwangi (beritajatim.com) – Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menghasilkan panen jagung melimpah.
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, Sabtu (21/2/2026).
Wayan bersama jajaran dan warga binaan turun langsung ke lahan seluas 7.000 meter persegi untuk memetik hasil jerih payah masa tanam beberapa bulan terakhir.
Wayan menjelaskan bahwa potensi hasil panen kali ini tergolong sangat memuaskan. Estimasi total produksi, yang mencakup biji jagung hingga tebon (batang dan daun untuk pakan ternak), diperkirakan menembus angka 10 ton.
“Hasil panen ini adalah bukti kerja keras. Mulai dari penyiapan lahan, proses penanaman, perawatan rutin, hingga teknik pemanenan, semuanya melibatkan warga binaan secara aktif,” ujar Wayan.
Wayan menegaskan bahwa optimalisasi lahan SAE Paswangi ini merupakan bentuk dukungan penuh Lapas Banyuwangi terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Hal ini juga menjadi implementasi langsung dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Khususnya dalam poin pemberdayaan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan. Kami ingin mereka memiliki keahlian agribisnis yang mumpuni sebagai bekal berharga saat kembali ke masyarakat nanti,” tambahnya.
Kegiatan di SAE Paswangi dipastikan tidak berhenti pada komoditas jagung saja. Wayan menyebutkan bahwa pola tanam di area tersebut telah dirancang secara berkelanjutan.
Selain jagung, saat ini terdapat komoditas padi dan berbagai jenis sayuran yang sedang dalam masa perawatan dan diproyeksikan akan memasuki masa panen pada tahap selanjutnya. “Kami upayakan akan terdapat siklus panen berkelanjutan dari berbagai komoditas pertanian maupun perikanan di SAE Paswangi ini,” tuturnya. [kun]






