Pacitan (beritajatim.com) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, pesanan kue apem di Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, meningkat drastis. Kondisi ini dialami salah satunya oleh Dian Nofitasari, warga Dusun Ngunut, yang sejak sepekan terakhir disibukkan dengan produksi kue apem untuk memenuhi permintaan warga.
Dian mengaku pesanan terus bertambah setiap hari. Terutama menjelang akhir bulan Sya’ban, jumlah pesanan kini mencapai ratusan kue per hari.
“Hari ini pesanan sampai 500 kue, kemarin 400 kue, belum termasuk jenis kue yang lain,” ujar Dian, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, lonjakan pesanan ini berkaitan erat dengan tradisi megengan, yakni kebiasaan masyarakat menjelang Ramadan dengan menggelar selamatan. Kue apem, selain disajikan saat Ramadan dan Idul Fitri, juga kerap digunakan dalam acara kirim doa untuk orang yang telah meninggal dunia.
“Kue apem biasanya digunakan untuk syukuran serta sesajen saat awal puasa, Lebaran, dan acara doa bagi keluarga yang meninggal,” jelasnya.
Dian menuturkan, setiap memasuki tradisi megengan, permintaan kue apem memang selalu meningkat. Tahun ini pun mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dalam seminggu terakhir sudah habis sekitar 15 kilogram tepung beras dan tepung terigu,” jelas ibu satu anak itu.
Ia memproduksi kue apem dengan berbagai variasi bentuk, mulai dari bunga, hati, hingga yang dibungkus daun. Selain pesanan dari warga sekitar, pembeli juga datang dari luar desa setelah melihat unggahan produk kue apemnya di media sosial.
“Pesanan bukan hanya dari warga sini, tapi juga dari luar desa yang melihat postingan di media sosial,” katanya.
Tak hanya kue apem, Dian juga mulai bersiap menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri. Pada tahun sebelumnya, ia memproduksi berbagai jenis kue kering seperti nastar, kue semprit, putri salju, hingga kue kacang.
“Sekarang sudah mulai persiapan membuat kue untuk Lebaran. Pesanan juga sudah mulai masuk meskipun belum memasuki bulan puasa,” ungkapnya.
Selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri tahun lalu, Dian mengaku mampu meraih omzet hingga belasan juta rupiah dari penjualan aneka kue buatannya. (tri/but)






