Surabaya (beritajatim.com)- Namanya Dubai Chewy Cookie, tapi tren besarnya justru terjadi di Korea Selatan. Desert ini sempat memicu antrean panjang di berbagai toko roti dan menghasilkan omzet miliaran rupiah per hari. Meski terinspirasi dari cokelat populer asal Dubai, versi yang viral sebenarnya merupakan kreasi dari chef Korea.
Di Korea, kue ini dikenal sebagai Dujjonku (Dubai Jjondeuk Cookie), yang merujuk pada teksturnya yang kenyal. Ide awalnya datang dari coklat Dubai berisi pistachio dan kunafa yang sempat booming secara global. Konsep tersebut kemudian dikembangkan oleh chef Korea menjadi kue dengan lapisan marshmallow cokelat tipis di bagian luar kenyal seperti mochi dan isian pistachio serta kunafa yang renyah di dalamnya.
Popularitasnya melejit setelah idol K-Pop Jang Won-young mengunggah kue ini di media sosial. Efeknya langsung terasa, toko-toko diserbu pembeli bahkan sebelum jam buka. Dalam waktu singkat, Dubai Chewy Cookie berubah dari sekadar tren makanan menjadi fenomena nasional di Korea Selatan.
Dari sisi bisnis, penjualannya pun fantastis. Ribuan hingga puluhan ribu kue diproduksi setiap hari dengan pendapatan yang mencapai miliaran rupiah. Tingginya permintaan bahkan sempat membuat bahan seperti pistachio dan marshmallow sulit ditemukan.
Meski terlihat sederhana, kue ini tidak mudah dibuat sendiri. Lapisan marshmallow harus dibentuk saat masih panas agar tetap lentur. Jika terlalu dingin, teksturnya akan mengeras dan sulit dibentuk.
Fenomena Dubai Chewy Cookie menunjukkan bagaimana tren kuliner kini bergerak sangat cepat, terutama dengan dorongan media sosial dan pengaruh selebriti. Dalam waktu singkat, produk ini berhasil bertransformasi dari inspirasi luar negeri menjadi bisnis bernilai miliaran rupiah. Walau membawa nama Dubai, identitas dan kesuksesannya justru lahir dan berkembang di Korea Selatan. [Meychel Salsabyla]






