Madiun (beritajatim.com) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun menggelar kegiatan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru, Rabu (11/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Terminal Caruban sebagai langkah persiapan menjelang Operasi Ketupat dan arus mudik Lebaran.
Kasatlantas Polres Madiun, AKP Andrian Permana mengatakan, ramp check ini merupakan agenda rutin yang dilakukan menjelang operasi besar, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.
“Operasi keselamatan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat. Bulan ini kita sudah memasuki bulan puasa dan bulan depan sudah Lebaran,” ujar Andrian.
Menurutnya, sasaran utama operasi kali ini adalah pengguna jalan yang rentan menjadi korban terutama para pengendara roda dua. Oleh Karena itu, pemeriksaan difokuskan pada kendaraan umum, khususnya bus, guna memastikan aspek keselamatan kendaraan umum terpenuhi.

Dalam ramp check tersebut, petugas memeriksa sejumlah komponen penting kendaraan, mulai dari sistem pengereman, kelengkapan administrasi kendaraan, hingga kelengkapan pengemudi. Selain itu, petugas juga menyediakan layanan kesehatan, termasuk tes urine bagi sopir.
“Kami cek rem, surat-surat kendaraan, kelengkapan pengemudi, dan juga melakukan tes kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara gabungan bersama Dishub, Jasa Raharja, dan Bapenda,” jelasnya.
Pemeriksaan administrasi juga mencakup pengecekan pajak kendaraan. Jika ditemukan pelanggaran, petugas akan langsung melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.
Sejauh ini, Satlantas Polres Madiun telah melakukan ramp check terhadap 132 unit bus. Andrian memastikan secara umum, kondisi kendaraan angkutan umum yang melintas di wilayah Kabupaten Madiun masih dalam kategori laik jalan.
“Alhamdulillah untuk kawasan Madiun, secara umum masih terdata aman dan laik jalan. Kalau nanti ditemukan kendaraan yang tidak laik, terutama kendaraan angkutan umum, kami akan berkoordinasi dengan PO bus untuk segera melengkapi kekurangannya,” tegasnya.
Selain bus, kendaraan angkutan barang seperti truk juga menjadi perhatian. Petugas menindak tegas pelanggaran seperti lampu belakang mati maupun kelengkapan lain yang tidak sesuai standar.
“Setiap pelanggaran pasti kami tindak dan arahkan untuk segera melengkapi kekurangannya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Andrian juga mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan besar, agar tidak hanya mengejar kecepatan demi mencapai tujuan, tetapi juga mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Kami mengingatkan agar pengemudi tetap menjaga keselamatan, tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain,” pungkasnya. (rbr/but)






