Pamekasan (beritajatim.com) – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Pamekasan dibebani target graduasi atau peningkatan kemandirian ekonomi terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bahkan mereka tidak hanya bertugas untuk memastikan bantuan pemerintah agar tepat sasaran, namun setiap pendamping PKH juga ditarget bisa melakukan graduasi minimal bagi 10 (sepuluh) KPM di wilayah dampingan.
Saat ini total pendamping PKH di Pamekasan, terdata sebanyak 189 orang. Sehingga target 10 KPM bisa mencapai angka sebanyak 1.890 KPM di setiap tahun. “Kalau sudah masuk graduasi, kami tetap lakukan pemantauan dan monitoring secara berkala untuk memastikan mereka tidak miskin lagi,” kata Koordinator Tim Kabupaten PKH Pamekasan, Lukman Hakim, Senin (9/2/2026).
“Proses graduasi ini kita lakukan melalui tiga skema, pertama graduasi mandiri di mana KPM secara sukarela mengundurkan diri karena kondisi ekonomi yang bersangkutan sudah membaik dan tidak lagi membutuhkan bantuan,” ungkapnya.
Dua skema lainnya masing-masing Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dan graduasi alami alias sistemik. “Dalam PPSE, KPM diberikan modal usaha dengan didampingi dan dipantau selama setahun. Jika usahanya dinilai mampu menopang perekonomian berkelanjutan, kepesertaan PKH selanjutnya kita hentikan,” jelasnya.
“Sementara skema ketiga graduasi alami atau graduasi sistemik, di mana penghentian bantuan dilakukan secara otomatis melalui sistem karena KPM tidak lagi memenuhi kriteria kepesertaan. Semisal tidak lagi memiliki anak usia sekolah atau komponen kesehatan seperti lansia dan disabilitas, sekalipun secara ekonomi kasih tergolong rendah,” sambung Lukman.
Lebih lanjut ditegaskan jika proses graduasi tersebut dilakukan melalui pengusulan dari masing-masing pendamping yang dilakukan setiap bulan. “Hanya saja untuk proses rekapitulasi dilakukan pada akhir tahun, sehingga dengan begitu dapat diketahui target graduasi tercapai atau tidak,” pungkasnya. [pin/but]






