Gresik (beritajatim.com)- Puluhan pengemudi bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menjalani tes urine mendadak di Terminal Bunder Gresik, Rabu (4/2/2026). Selain memeriksa pengemudi, Satlantas Polres Gresik dan BNNK setempat juga memeriksa kondektur.
Kasatgas Preemtif Ipda Andreas Dwi Anggoro mengatakan, pemeriksaan tes urine ini bertujuan memastikan awak angkutan umum dalam kondisi sehat dan bebas narkoba.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami tidak hanya memeriksa administrasi tapi juga pengemudi benar-benar dalam kondisi prima saat menjalankan tugas,” katanya.
Selain melakukan tes urine, petugas gabungan juga memeriksa ramp chek bus yang melintas di jalur Pantura Duduksampeyan Gresik.
Ada 11 unit bus yang diperiksa kondisi kendaraannya. Dari jumlah itu, 8 unit diantaranya dinyatakan laik jalan dan mendapatkan stiker khusus. Sementara 3 unit belum memenuhi standar kelengkapan teknis. Mulai dari plat nomor kendaraan, kap mesin tidak ditutup sempurna, lampu sein tak menyala dan lampu utama sebelah kiri juga tidak menyala.
“Dari temuan tersebut, kami memberikan sanksi berupa teguran serta mewajibkan perusahaan otobus segera melakukan perbaikan demi keselamatan penumpang,” ungkap Ipda Andreas.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Gresik AKP Nur Arifin menuturkan, kegiatan ini secara kontinyu akan terus berlanjut. Tujuannya guna menekan kecelakaan lalulintas terutama pada angkutan umum selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 berlangsung.
“Kami juga menghimbau kepada pemilik PO bus tidak mengabaikan perawatan kendaraan karena keselamatan penumpang menjadi prioritas utama,” tuturnya. [dny/but]






