Surabaya (beritajatim.com) — Ultraverse Festival 2026 di Surabaya tidak hanya menghadirkan konser musik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pertunjukan di tiga kota dapat berjalan serempak. Melalui konektivitas real-time, panggung Surabaya terhubung langsung dengan Jakarta dan Bali dalam satu rangkaian konser yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.
“Konektivitas real-time dari konsep 3 Cities Live Connected Music Festival, ini memungkinkan sejumlah kolaborasi lintas kota berlangsung tanpa jeda di tengah jalannya konser,” ujar Alfons Bosch Sansa, Chief Marketing Officer XLSMART.
Salah satu momen kolaborasi terjadi ketika Afgan yang tampil dari Jakarta terhubung dengan panggung Surabaya dan berkolaborasi bersama Rossa. Keduanya membawakan lagu secara bersamaan meski berada di lokasi berbeda. Kolaborasi tersebut disambut penonton menghadirkan harmoni emosional yang terasa dekat meski terpisah jarak.
Di waktu lain, GIGI yang tampil dari Jakarta berkolaborasi dengan Iwan Fals & Band di Surabaya. Kolaborasi berjalan singkat dan fungsional, menyatu dengan alur konser tanpa mengambil perhatian berlebihan dari penampilan utama di panggung Surabaya.
Interaksi lintas kota, dialog panggung, serta respons penonton yang terjadi secara bersamaan tersebut menjadi ciri utama festival ini, dengan menyuguhkan pengalaman menonton yang tetap utuh meski berlangsung di lokasi yang berbeda.
“Sepanjang acara, interaksi lintas kota berlangsung melalui portal visual yang terhubung secara langsung. Dialog panggung dan respons penonton terjadi secara bersamaan di beberapa kota, namun tidak mengganggu fokus penonton terhadap pertunjukan yang sedang disaksikan secara langsung,” terang Alfons.
Rangkaian konser di Surabaya sendiri dibuka oleh grup musik Kotak dengan set bernuansa rock yang cepat dan padat. Penonton merespons sejak awal, berdiri rapat di area depan panggung dan mengikuti lagu-lagu yang dibawakan. Setelah itu, RAN tampil dengan irama pop yang lebih ringan, menjaga suasana tetap bergerak dan stabil.
Memasuki malam, Rony Parulian tampil dengan pendekatan yang lebih personal. Aransemen yang sederhana memberi ruang bagi vokal dan cerita lagu. Suasana tersebut berlanjut saat Rossa naik ke panggung dan membawakan sejumlah lagu yang disambut penonton dengan nyanyian bersama.
Menjelang akhir acara, Project Pop menghadirkan lagu-lagu yang akrab dan disertai humor ringan. Suasana kembali cair sebelum panggung Surabaya ditutup oleh Iwan Fals & Band. Lagu-lagu dengan lirik kuat membuat penonton terlibat secara kolektif hingga penampilan terakhir.
Menanggapi jalannya acara, Alfons menyampaikan bahwa energi penonton Surabaya terasa konsisten dari awal hingga akhir konser. Ia menilai konsep 3 Cities Live Connected Music Festival memungkinkan berbagai karakter musik dinikmati dalam satu rangkaian pertunjukan lintas kota yang terhubung.
Iwan Fals juga menyampaikan apresiasi kepada penonton di Surabaya dan Jakarta yang terhubung secara langsung. Menurutnya, bernyanyi dalam kondisi tersebut menghadirkan pengalaman berbeda karena respons penonton dan musisi dari kota lain dapat dirasakan pada waktu yang sama.
“Terima kasih Surabaya dan teman-teman yang menonton dari Jakarta. Rasanya berbeda ketika bernyanyi dan tahu ada penonton serta musisi di kota lain yang ikut merespons di waktu yang sama. Malam ini hangat dan seru,” ujar Iwan Fals.
Menutup rangkaian acara, penonton Surabaya menyaksikan penampilan Afrojack yang tampil langsung dari Bali melalui portal visual. Penampilan tersebut menandai berakhirnya Ultraverse Festival 2026 di Surabaya.(fyi/suf)






