Surabaya (beritajatim.com) – KONI Jawa Timur (Jatim) kini membidik target besar untuk mencetak hattrick sebagai kontributor medali emas terbesar bagi kontingen Indonesia di ajang SEA Games mendatang. Ambisi ini muncul setelah atlet-atlet di bawah naungan KONI Jatim sukses mendominasi perolehan medali nasional secara konsisten dalam dua edisi terakhir.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari sistem pembinaan yang sangat terarah. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga ritme pembinaan agar kualitas atlet tetap berada di level tertinggi internasional.
“Kami dua kali berturut-turut menjadi penyumbang emas terbanyak di SEA Games. Pada 2023 sekitar 31 persen, dan pada 2025 meningkat menjadi 34 persen,” kata Nabil di Surabaya, Sabtu (31/1/2026).
Nabil menjelaskan bahwa efektivitas pembinaan di Jawa Timur terbukti sangat tinggi meskipun jumlah atlet yang dikirim tidak selalu menjadi yang terbanyak. Fokus pada kualitas daripada kuantitas menjadi strategi utama KONI Jatim dalam melahirkan atlet-atlet kelas dunia.
Ia sangat optimis bahwa dengan pola latihan yang ada saat ini, Jawa Timur akan kembali menjadi penyumbang emas terbesar pada edisi SEA Games berikutnya. Target hattrick ini dipandang sebagai bentuk kontribusi nyata KONI Jatim terhadap martabat olahraga Indonesia di mata dunia.
Pencapaian gemilang ini juga mendapatkan apresiasi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui pemberian bonus di Gedung Negara Grahadi. Setidaknya terdapat 134 atlet dan 27 pelatih yang menerima penghargaan atas kontribusi mereka pada SEA Games 2025 Thailand.
Dalam ajang tersebut, para patriot olahraga asal Jawa Timur berhasil menyumbangkan total 99 medali bagi Merah Putih. Rinciannya terdiri dari 34 keping emas, 35 perak, dan 30 perunggu yang tersebar di berbagai cabang olahraga.
Keberhasilan menyumbang 34 persen medali emas nasional ini menjadi bukti bahwa sistem yang dijalankan KONI Jatim berjalan dengan sangat efektif. Ke depan, Nabil ingin memastikan bahwa tidak ada penurunan standar dalam setiap proses rekrutmen maupun pelatihan atlet.
Sesuai kebijakan apresiasi pemerintah, atlet peraih emas perorangan mendapatkan bonus sebesar Rp73.125.000 sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Sementara itu, untuk kategori beregu, bonus diberikan secara proporsional berdasarkan jumlah anggota dalam satu tim.
KONI Jatim berharap apresiasi ini menjadi pemicu semangat bagi para atlet muda lainnya untuk masuk ke dalam sistem pembinaan daerah. Dengan sinergi yang kuat antara program teknis dan dukungan moril, Jawa Timur siap mempertahankan takhta sebagai gudang atlet berprestasi. [way/beq]






