Jember (beritajatim.com) – Kawasan perkotaan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dikepung banjir sejak siang hingga malam hari, Rabu (28/1/2026). Banjir menyasar tiga kecamatan dan enam kelurahan.
Keseluruhan, ada 191 keluarga terdampak, yakni 66 keluarga di Kecamatan Patrang, 34 keluarga di Kecamatan Sumbersari, dan 91 keluarga di Kecamatan Kaliwates.
Sementara itu tanah longsor terjadi di Lingkungan Krajan, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, dan Lingkungan Mohan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Tanah longsor di Patrang menimpa satu rumah warga dan merusak jalan desa.
Banjir di Kecamatan Sumbersari terjadi di Jl. Bengawan Solo. Dengan ketinggian air 30-60 centimeter, mesin puluhan sepeda motor mati. Begitu juga di Jalan Sumatra, Jalan Kaliurang, Jalan Mastrip Gang 9, Jalan Karimata, dan erumahan Jember Permai II atau Gang Bentoel, dan Jalan Jawa. Sementara itu di kampus Politteknik Jember, satu pagar pembatas roboh.
Sementara itu di Kecamatan Patrang, warga terdampak di antaranya adalah empat orang lansia, dua bayi, dan seorang balita. “Namun kondisi kondusif dan aman,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Derah Jember Edi Budi Susilo, Kamis (29/1/2026). Kampung Ledok di Kecamatan Kaliwates juga terkena banjir yang berdampak terhadap 43 keluarga.
“Hujan deras mengakibatkan peningkatan debit air sungai dan saluran irigasi, yang menyebabkan banjir luapan di pemukiman warga, dan menggenangi akses jalan di perkotaan, serta longsor yang menutup akses jalan dan memimpa rumah warga,” kata Edi.
Tak hanya relawan kebencanaan yang turun tangan membantu warga yang terdampak banjir, Palang Merah Indonesia juga menurunkan relawan di lokasi bencana. “Kami mendatangi lokasi bencana di RT 02, RW 13 Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates. Di sana ada 23 keluarga terdampak bencana,” kata Sekretaris PMI Jember Ghufron Evuyan Efendi.
Air surut pada Rabu malam itu juga dan warga pun bergotong royong membersihkan sampah bekas banjir. [wir]






