Mojokerto (beritajatim.com) – PS Mojokerto Putra (PSMP) menunjukkan mental juara saat menyingkirkan Persida Sidoarjo dengan skor 2-1 pada laga babak 16 besar Grup HH Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2026.
Bermain di Stadion Notohadinegoro Jember, PSMP harus berjuang ekstra setelah tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-33.
Sejak awal pertandingan, PSMP tampil agresif. Gol cepat tercipta pada menit ke-9 melalui Vikrian yang sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang Persida Sidoarjo.
Keunggulan tersebut memacu kepercayaan diri Laskar Majapahit (julukan, red). Namun Persida Sidoarjo mampu bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-24.
Situasi PSMP semakin sulit setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah pada menit ke-33, sehingga memaksa tim asal Kabupaten Mojokerto itu bermain dengan 10 orang hingga laga berakhir. Meski terus mendapat tekanan, PSMP mampu menjaga kedisiplinan permainan.
Kesabaran dan kerja keras akhirnya berbuah manis pada menit ke-84. Hasbiyan mencetak gol penentu kemenangan sekaligus memastikan PSMP unggul 2-1 hingga peluit akhir.
Pelatih PSMP, Denny Rumba, menilai kemenangan tersebut menjadi bukti karakter kuat para pemainnya di tengah situasi sulit.
“Alhamdulillah kita menang dan lolos babak 8 besar. Kita memang tidak juara grup, tapi yang terpenting target lolos tercapai,” ungkapnya, Jumat (23/1/2026).
Ia mengakui timnya sempat kehilangan fokus di lini belakang sehingga kebobolan gol balasan. Kondisi makin berat ketika PSMP harus bermain dengan 10 pemain. Namun anak asuhnya bisa menambah gol dan lolos fase berikutnya, babak 8 besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur.
“Kita kena gol karena fokus kurang di belakang, lalu kartu merah di menit 33 membuat kita kalah jumlah pemain. Iya main 10 orang. Kita diserang terus, tapi alhamdulillah anak-anak tetap berjuang dan satu peluang bisa jadi gol hingga peluit panjang, 1-2 untuk kemenangan kita,” katanya.
Hasil ini memastikan PSMP lolos ke babak 8 besar sekaligus mengunci tiket ke putaran nasional Liga 4. Meski demikian, mantan pemain PSIS Semarang ini, menegaskan timnya tidak ingin sekadar menjadi pelengkap. Ia menginstruksikan anak asuhnya untuk terus berjuang.
“Target awal memang lolos nasional dan sekarang sudah tercapai. Tapi saya tekankan ke pemain, karena sudah sampai 8 besar jangan setengah-setengah. Kita harus punya mental untuk jadi juara. Jadwal 8 besar belum ada. Kita langsung balik ke Mojokerto, ada satu pemain cedera,” tegasnya.
Usai laga, rombongan PSMP langsung kembali ke Mojokerto sambil menunggu kepastian jadwal babak 8 besar. Denny juga menyebut satu pemain mengalami cedera di posisi gelandang jangkar. Menurutnya, main di babak 8 besar sudah tidak bisa lagi menambah pemain sehingga memanfaatkan pemain yang ada.
“Untuk tambahan pemain belum bisa, mungkin nanti ada evaluasi di putaran nasional,” pungkasnya.
Sementara di laga lain, Perseba Bangkalan melawan Persid Jember berakhir dengan skor 0-0. Dengan hasil ini, PSMP dan Persid Jember sebagai juara Grup KK lolos babak 8 besar. PSMP terus menjaga asa untuk melangkah lebih jauh dan membawa nama Mojokerto bersinar di kompetisi Liga 4 Jawa Timur. [tin/ted]






