Mojokerto (beritajatim.com) – Tim PS Mojokerto Putra (PSMP) harus kalah 2-1 saat dijamu Persatuan Sepak Bola Indonesia Probolinggo (Persipro) 54 di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo pada, Sabtu (1/10/2022) pekan lalu. Ini menjadi pelajaran bagi tim berjuluk Laskar Majapahit.
“Mainnya Persipro keras dan menjurus kasar mbak. Babak pertama kita unggul 1-0 dapat pinalti setelah Jainul dilanggar di kotak pinalti. Yang nendang Afrizal Kajul tapi tuan rumah bisa mencetak dua di babak kedua,” ungkap Pelatih PSMP, Teddy Arif Prianto, Senin (3/10/2022).
Tim Pelatih menilai, tensi permainan klub berjuluk Laskar Minak Jinggo dinilai cukup tinggi, keras dan menjurus kasar. Sehingga Tim Pelatih tidak mau mengambil resiko dengan meladeni permainan lawan. Ini dilakukan agar tidak ada pemain yang cedera.
“Tim pelatih nggak mau ambil resiko mbak. Takut pemain cidera babak kedua jadi kita ganti semua. Sebenarnya kita bisa atasi kok mbak, anak-anak mainnya sangat bagus kemaren. Menguasi jalannya pertandingan, penguasaan bola juga bagus. Cuma kemaren karena uji coba kita tidak mau berisiko,” katanya.
Tim Pelatih tidak mau ambil resiko agar pemain tidak ada yang mengalami cidera karena laga uji coba melawan Persipro 54 cukup keras. Ditambah, lanjut mantan pemain PSMP ini, kompetisi Liga 3 Regional Jawa Timur akan di putar bulan Oktober 2022 ini.
“Kurang tahu saya mbak. Cuma kayaknya mereka memang persiapannya lebih panjang. Anak-anak juga bisa meladeni bahkan unggul duluan, saya sangat mengapresiasi tim ini karena selalu ada progres dan kami berusaha jaga sampai kompetisi di mulai. Evaluasi pasti ada mbak,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”psmp”]
Dari laga uji coba tersebut, lanjut Teddy, Tim Pelatih evaluasi antisipasi set piece (taktik bola mati). Ini lantaran, lanjut Teddy, di beberapa uji coba yang digelar untuk tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto ini, anak asuhnya lebih sering kemasukan dari bola-bola set piece.
“Pasca laga uji coba Sabtu pekan kemarin, hari ini sudah mulai latihan rutin lagi. Saya juga, atas nama pribadi dan tim pelatih ingin menyampaikan rasa duka cita yang sangat dalam untuk tragedi Kanjuruhan. Untuk keluarga dan kerabat yang ditinggalkan semoga kalian tetap diberikan kekuatan,” tegasnya. [tin/but]






