Surabaya (beritajatim.com) – Panggung penghargaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis tepung terigu kembali mencapai puncaknya. Memasuki usia ke-15, Bogasari SME Award 2025 resmi menobatkan 10 UKM paling inovatif dan melek digital di Indonesia dalam seremoni yang berlangsung di Bekasi, Rabu (10/12/2025).
Mengusung tema “Level Up UKM: Inovasi dan Digitalisasi untuk Bisnis yang Kokoh”, ajang ini menempatkan Papa Cookies asal Sragen sebagai Juara 1, disusul oleh Home Made Bakery dari Jakarta (Juara 2), dan Sarimadu Bakery dari Samarinda (Juara 3).
Kemenangan Papa Cookies bukan tanpa alasan. Dewan juri yang terdiri dari ahli kementerian, praktisi bisnis, hingga celebrity chef, menilai UKM besutan Eriyanto ini memiliki paket lengkap. Mulai dari kualitas produk, kemasan berorientasi ekspor, hingga branding digital yang sangat efektif.
Perjalanan Papa Cookies sendiri bak kisah “Rags to Riches”. Berdiri sejak 2010 dengan modal awal hanya Rp100 ribu, kini usaha yang bermula dari dapur rumahan ini telah bertransformasi menjadi raksasa roti dengan 211 cabang di seluruh Indonesia.
“Terima kasih Bogasari yang konsisten peduli pada perkembangan UKM. Tidak hanya melalui penghargaan, tapi juga edukasi rutin melalui pelatihan Bogasari Baking Center (BBC),” ujar Eriyanto Eko Purnomo, pemilik Papa Cookies.
Di posisi kedua, Home Made Bakery membuktikan bahwa persiapan matang adalah kunci. Sang pemilik, Darwin Sofjan, bahkan sempat menimba ilmu hingga ke Singapura dan Jepang sebelum membuka usahanya pada 1992. Kini, ia telah mengelola 31 gerai di area ibu kota.
Sementara itu, Sari Madu Bakery dari Samarinda mengukir kisah dramatis sebagai juara ketiga. Sempat bangkrut dengan utang miliaran rupiah, pasangan Ricky Leonardo dan Khalimatu Sadiah berhasil bangkit pada 2017. Berkah pembangunan infrastruktur IKN (Ibu Kota Nusantara) membawa usaha mereka melesat hingga mampu melunasi seluruh utang dan melakukan ekspansi cabang.
Vice President Marketing Bogasari, Budi Hartono, menjelaskan bahwa tahun ini persaingan sangat ketat dengan total 119 pendaftar dari 19 provinsi. Para peserta harus melewati empat tahapan seleksi dengan tujuh kriteria penilaian yang komprehensif.
“Kami mencari UKM yang tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga memiliki visi digitalisasi dan inovasi jangka panjang,” jelas Budi.
Sebagai bentuk apresiasi, para juara dan nominator mendapatkan hadiah berupa wisata edukasi (edutrip) ke luar negeri serta dukungan promosi besar-besaran dari platform digital dan cetak milik Bogasari.
Selain ketiga pemenang utama, tujuh UKM inspiratif lainnya turut masuk dalam jajaran nominator terbaik, mulai dari Pride Chicken asal Bandung hingga Syarah Bakery dari Bengkulu, mempertegas bahwa ekosistem UKM berbasis terigu di Indonesia semakin tangguh dan kompetitif.[rea]






