Mojokerto (beritajatim.com) – Dugaan keracunan massal akibat menu soto ayam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, tidak hanya berdampak pada pelajar, tetapi juga merembet ke lingkungan keluarga.
Satu keluarga dilaporkan ikut mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi paket MBG yang sama. Kondisi tersebut dialami Ida Dwi Rahayu bersama dua anaknya.
Ida menuturkan, peristiwa bermula ketika anak bungsunya yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) menerima paket MBG di sekolah pada Jumat (9/1/2026). Karena tidak habis dikonsumsi di sekolah, sisa paket makanan tersebut dibawa pulang ke rumah.
“Paket dibawa pulang. Isinya nasi, telur, ayam, dan kuah soto. Di sekolah anak saya cuma makan ayamnya. Sisanya dibawa pulang,” ungkap Ida.
Sesampainya di rumah, sisa menu MBG yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, kemudian dibagikan kepada anggota keluarga.
Anak sulung Ida hanya memakan telur, sementara Ida sendiri ikut mencicipi sisa telur tersebut sebelum mencuci wadah makanan.
“Adiknya tahu kakaknya suka telur, jadi dikasihkan. Kakaknya makan telurnya. Saya incip sedikit telurnya sebelum dicuci. Akhirnya kita sekeluarga kena, saya, kakak, dan adiknya. Kami mulai merasakan gejala gangguan pencernaan pada Jumat malam, kami sempat ke dokter umum juga sebelum ke sini,” katanya.
Kondisi kesehatan Ida dan kedua anaknya berlanjut hingga keesokan harinya, Sabtu (10/1/2026). Ketiganya sempat menjalani rawat jalan setelah memeriksakan diri ke dokter umum.
Namun, kondisi mereka tidak kunjung membaik. Pada Minggu (11/1/2026), diare masih dialami ketiganya hingga akhirnya memutuskan menjalani perawatan di RSUD Prof. dr. Soekandar.
“Awalnya saya tidak tahu kalau ada kejadian keracunan MBG. Setelah tahu beritanya, baru Minggu saya ke sini,” ujar Ida saat ditemui di ruang rawat inap Blambangan RSUD Prof. dr. Soekandar.
Sebelumnya diberitakan, dugaan keracunan massal terjadi setelah para korban mengonsumsi menu soto ayam MBG yang disediakan SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo.
Gejala yang dialami para korban di antaranya diare, muntah, dan pusing. Sedikitnya tujuh dari total 20 lembaga pendidikan di Kecamatan Kutorejo terdampak insiden tersebut.
SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 diketahui telah menyalurkan sebanyak 2.679 paket MBG ke 20 lembaga pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Dapur MBG tersebut mulai beroperasi sejak 22 September 2025 dan setiap harinya memproduksi sekitar 2.679 porsi untuk 22 sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Kutorejo dan Mojosari. SPPG tersebut berpotensi dihentikan secara permanen apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku. [tin/beq]






